160 Regu Ramaikan Lomba Yameto dan Lukiwol di Nunukan

Sebanyak 160 regu dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori umum mengikuti lomba Yameto dan Lukiwol yang menggabungkan olahraga, kreativitas, dan pengenalan budaya lokal dalam rangka HUT ke-27 Nunukan.

NUNUKAN – Sebanyak 160 regu dari jenjang sekolah dasar hingga kategori umum mengikuti lomba senam Yameto dan Lukiwol di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (03/10/2026). Selain menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenalkan budaya lokal melalui gerakan, musik, dan busana.

Lomba yang dimulai pukul 07.30 WITA itu diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan penampilan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori umum. Setiap regu beranggotakan lima orang yang dituntut tidak hanya mampu mengikuti gerakan dan irama, tetapi juga menunjukkan kekompakan serta kreativitas dalam penampilan.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah regu yang ambil bagian. Pada tingkat sekolah dasar (SD), tercatat 31 regu mengikuti lomba Yameto dan 25 regu Lukiwol. Sementara tingkat sekolah menengah pertama (SMP) diikuti 31 regu untuk Yameto dan 22 regu untuk Lukiwol.

Pada tingkat sekolah menengah atas (SMA), sebanyak 16 regu mengikuti Yameto dan 13 regu Lukiwol. Adapun kategori umum diikuti tujuh regu Yameto dan 15 regu Lukiwol.

Selain gerakan senam, unsur budaya juga menjadi bagian yang diperhatikan peserta. Kostum disesuaikan dengan karakter budaya yang diangkat sehingga setiap penampilan tidak hanya menonjolkan kemampuan fisik, tetapi juga memberikan sentuhan identitas daerah.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari SD Negeri 07 Nunukan. Regu bernomor urut 14 tampil energik membawakan senam Yameto dengan gerakan lincah dan tegas mengikuti irama musik. Para siswa mengenakan busana bernuansa motif Dayak dan tampil percaya diri di hadapan penonton.

Guru SD Negeri 07 Nunukan, Sulastri, mengatakan persiapan untuk mengikuti perlombaan dilakukan sekitar satu bulan. Sekolah tersebut mengirimkan dua grup yang akan mengikuti dua kategori lomba.

“Persiapannya sekitar satu bulan, dari SDN 07 ada dua grup. Grup pertama yang tampil ini mengikuti lomba Yameto dan nantinya juga akan ikut lomba Lukiwol,” ujar Sulastri, Sabtu (03/10/2026).

Persiapan tidak hanya difokuskan pada penguasaan gerakan, tetapi juga pemilihan busana yang disesuaikan dengan tema budaya. Untuk penampilan Lukiwol, pihak sekolah memilih warna merah dan kuning yang dinilai mencerminkan karakter warna budaya Tidung.

“Untuk pakaian peserta juga kami sesuaikan dengan tema Lukiwol yang berasal dari Suku Tidung, identik dengan warna kuning, hijau dan merah. Kami mengambil warna merah dan kuning yang terang,” jelasnya.

Sulastri mengatakan pengalaman tampil dalam perlombaan menjadi hal penting bagi para siswa. Meski sekolah menargetkan prestasi, keberanian peserta untuk tampil maksimal dinilai tidak kalah penting.

“Targetnya tentu juara. Tapi melihat anak-anak kami tampil tadi, saya sangat puas karena mereka sudah menampilkan yang terbaik. Soal hasil, itu nanti sesuai keputusan dewan juri,” katanya.

Sebagaimana diberitakan Simp4tik, Sabtu, (03/10/2026), penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang berasal dari sejumlah unsur, yakni Munira dari sanggar senam, Iwan dari sanggar tari, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Marlina Puspasari, serta staf Dinas Pariwisata.

Lomba Yameto dan Lukiwol menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-27 Nunukan yang memadukan aktivitas olahraga, seni, dan budaya. Keterlibatan peserta dari tingkat sekolah hingga kategori umum menunjukkan adanya ruang yang cukup luas bagi masyarakat untuk ikut meramaikan perayaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Melalui kegiatan tersebut, budaya lokal diharapkan semakin dekat dengan generasi muda dan tidak berhenti sebagai bagian dari pertunjukan seremonial. Antusiasme peserta juga menjadi modal untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya Nunukan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *