Sebanyak 54 satuan pendidikan di Tarakan memperoleh program revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp32 miliar, tetapi kebutuhan ruang kelas dan akurasi data kerusakan masih menjadi perhatian.
TARAKAN – Sebanyak 54 satuan pendidikan di Tarakan masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dengan total anggaran sekitar Rp32 miliar. Program ini diharapkan memperbaiki keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar, meski sejumlah sekolah masih menghadapi kekurangan ruang kelas dan membutuhkan penanganan infrastruktur lanjutan.
Dua sekolah yang menerima bantuan dengan nilai lebih dari Rp1 miliar adalah SD Negeri (SDN) 006 Tarakan dan SDN 037 Tarakan. Keduanya memperoleh dukungan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak sekaligus meningkatkan ketersediaan sarana pembelajaran.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Sekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Aji Jemma Ibrahim, menyebut cakupan program tahun ini meningkat tajam dibandingkan 2025, ketika revitalisasi baru menjangkau tujuh satuan pendidikan. Saat ini, masih ada lima sekolah yang sedang diproses dan jumlah penerima berpeluang bertambah.
Menurut Aji, ketepatan data kondisi bangunan menjadi faktor penting dalam menentukan sekolah yang membutuhkan bantuan. Ia meminta operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menyampaikan kondisi riil, bukan sekadar berfokus pada kelengkapan laporan untuk kebutuhan akreditasi.
“Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, harus dilaporkan ke Dapodik sesuai kenyataan yang ada,” tegasnya.
Di SDN 006 Tarakan, bantuan senilai sekitar Rp1,084 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi ruang kelas rusak sebesar Rp800 juta, penataan lingkungan Rp100 juta, perbaikan pagar, serta pengadaan satu unit Papan Interaktif Digital (smart TV) untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Dana dicairkan pada 22 Juni 2026, dengan masa pengerjaan 150 hari dan batas penyelesaian paling lambat 19 November 2026.
Kepala SDN 006 Tarakan, Suwardi, menjelaskan bahwa proses pengajuan dimulai dari usulan prioritas melalui Dapodik. Dinas Pendidikan kemudian melakukan verifikasi sebelum menetapkan sekolah yang layak menerima bantuan.
Namun, revitalisasi tersebut belum menuntaskan seluruh kebutuhan sekolah. SDN 006 masih kekurangan tiga ruang kelas. Kondisi itu membuat sekolah belum dapat menyelenggarakan seluruh kegiatan belajar pada pagi hari.
Untuk sementara, pihak sekolah berencana berbagi ruang antara siswa kelas satu dan perpustakaan serta memanfaatkan ruangan kosong berukuran 4 × 7 meter di lantai dua sebagai ruang kelas.
“Kalau tiga ruang itu terpenuhi, kami bisa masuk pagi semua. Sementara ini anak-anak kecil kelas 1 kami bagi ruangannya dengan perpustakaan. Harapannya nanti ada juga perbaikan kelas,” ujar Suwardi.
Sementara itu, SDN 037 Tarakan menerima bantuan sekitar Rp1,025 miliar untuk pembangunan tiga ruang kelas, satu unit toilet, satu ruang administrasi, dan satu ruang laboratorium. Kepala SDN 037 Tarakan, Emilia Astria Rahman, mengatakan sekolahnya masuk program karena sejumlah ruang mengalami kerusakan sedang hingga berat berdasarkan data yang diajukan.
Saat ini, progres pekerjaan di sekolah tersebut telah mencapai sekitar 50 persen. Penyelesaian proyek ditargetkan mengikuti perjanjian kerja sama dengan pihak direktorat, yakni 21 Desember 2026.
“Kami bersyukur tahun ini mendapat program revitalisasi. Semoga anak didik kami bisa belajar dengan aman, nyaman, tanpa rasa takut, dan leluasa beraktivitas di sekolah,” akunya.
Sebagaimana diberitakan Dinda, program revitalisasi pada 2026 menargetkan 50 ribu sekolah secara nasional. Target tersebut direncanakan meningkat menjadi 100 ribu sekolah pada tahun berikutnya. Peningkatan cakupan bantuan diharapkan berjalan seiring dengan pembaruan data kerusakan yang akurat, sehingga anggaran perbaikan dapat menjangkau sekolah sesuai kebutuhan nyata dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan