Kemarau Panjang Tekan Sukamara, Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan

Pemprov Kalteng memperkuat penanganan dampak kemarau dan karhutla di Sukamara melalui bantuan sosial, distribusi air bersih, serta dorongan pengembangan sumur bor untuk kebutuhan warga dan pemadaman.

SUKAMARA – Kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperkuat bantuan sekaligus penanganan di Kabupaten Sukamara. Selain menyalurkan bantuan pangan dan perlindungan sosial, Pemprov Kalteng mendistribusikan air bersih serta mendorong penambahan sumur bor yang dapat digunakan untuk kebutuhan warga sekaligus mendukung pemadaman karhutla.

Penguatan respons tersebut dilakukan saat Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengunjungi Kantor Bupati Sukamara, Senin (05/10/2026). Dalam kunjungan itu, pemerintah menyalurkan Bantuan Pangan Gubernur, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), layanan pemeriksaan kesehatan gratis, masker dan vitamin, serta air bersih.

Agustiar mengatakan, kehadiran pemerintah secara langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat berdasarkan keadaan di lapangan, bukan hanya dari laporan yang diterima jajaran pemerintahan.

“Melalui silaturahmi seperti ini, antara yang dipimpin dan yang memimpin dapat saling mengenal. Dengan saling mengenal, akan terbangun chemistry sehingga kami dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat. Kami tidak ingin hanya menerima laporan di meja, tetapi ingin melihat dan mengetahui langsung apa yang dibutuhkan masyarakat serta apa yang harus kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Agustiar, dampak kemarau dan karhutla membutuhkan penanganan yang melibatkan berbagai unsur. Pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk mencegah maupun menangani kebakaran.

Salah satu kebutuhan yang disoroti ialah ketersediaan sumber air. Agustiar mendorong pembangunan dan optimalisasi sumur bor agar tidak hanya menjadi sumber air bersih bagi masyarakat, tetapi juga dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.

“Harapan saya sumur bor itu bisa difungsikan dua fungsi, satu untuk air bersih dan satu untuk pemadaman,” katanya.

Pada saat yang sama, Agustiar mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kepemilikan aset dan tanah di tengah rencana penguatan infrastruktur serta konektivitas Sukamara, termasuk akses menuju Kalimantan Barat. Perkembangan wilayah, menurutnya, harus memberikan manfaat ekonomi tanpa membuat masyarakat kehilangan aset yang dimiliki.

“Kita harus menjaga aset kita. Jangan sampai ketika daerah ini berkembang, masyarakat justru kehilangan tanahnya. Jangan mudah menjual tanah,” pesan Agustiar.

Dukungan terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui program KHBS yang mencakup bantuan sosial, pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pelatihan ketenagakerjaan. Agustiar menilai pendidikan memiliki posisi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 868 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) KHBS menerima bantuan tunai Rp250 ribu per KPM. Pemprov Kalteng juga menyalurkan 2.500 paket Bantuan Pangan yang masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Selain itu, sebanyak 2.300 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat.

Bupati Sukamara Masduki mengatakan, dukungan Pemprov Kalteng menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah dalam menghadapi kemarau panjang dan karhutla yang masih mengancam wilayahnya.

Pemkab Sukamara, kata dia, bersama unsur terkait telah melakukan patroli, pemantauan titik panas, sosialisasi pencegahan, hingga pemadaman dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, dan masyarakat.

Masduki menyebut penanganan karhutla di lapangan tidak mudah karena petugas menghadapi medan yang sulit, keterbatasan sumber air, serta lokasi kebakaran yang berada cukup jauh. Karena itu, dukungan dari pemerintah provinsi dinilai penting untuk memperkuat penanganan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran Bapak Gubernur secara langsung tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak cepat dalam menangani kondisi di lapangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Masduki, sebagaimana diberitakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, (05/10/2026).

Selain penanganan karhutla dan pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan konektivitas wilayah diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi Sukamara. Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan pembangunan tersebut berjalan seiring dengan perlindungan aset masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Wakil Bupati (Wabup) Sukamara Nur Efendi, sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Kalteng, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukamara, camat, lurah, dan kepala desa. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *