Misi Perdamaian PBB, 180 Prajurit TNI Berangkat ke Afrika Tengah

Sebanyak 180 personel Satgas Kizi Kontingen Garuda XXXVII-M diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah untuk menjalankan misi PBB dengan prioritas kewaspadaan, disiplin, dan perlindungan warga sipil.

JAKARTA – Sebanyak 180 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah untuk menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah kondisi keamanan yang masih diwarnai konflik bersenjata dan ancaman kelompok bersenjata. Para personel diminta meningkatkan kewaspadaan, melindungi warga sipil, serta menjalankan tugas sesuai mandat PBB.

Pasukan tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXVII-M yang akan bertugas dalam Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Pemberangkatan berlangsung pada Selasa (03/11/2026), dipimpin Panglima TNI Agus Subiyanto dalam upacara di Lapangan Gelanggang Olahraga (GOR) Ahmad Yani, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Pusat Penerangan (Puspen) TNI menyatakan pengiriman personel tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan dunia, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (04/11/2026).

“Sebanyak 180 prajurit TNI diberangkatkan untuk mengemban misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah. Momentum ini memperkuat diplomasi militer Indonesia di kancah internasional melalui kontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global,” bunyi keterangan Puspen TNI, dikutip Rabu (4/11/2026).

Dalam amanatnya, Agus mengingatkan bahwa situasi di wilayah penugasan masih memiliki risiko keamanan yang harus diantisipasi setiap personel. Prajurit diminta memahami perkembangan kondisi lapangan dan mengambil langkah tepat sesuai ketentuan misi.

“Setiap prajurit harus mampu memahami perkembangan situasi, mengantisipasi risiko, serta melaksanakan tugas secara tepat sesuai mandat PBB dan ketentuan yang berlaku,” ucap Agus.

Selain kesiapan menghadapi ancaman, disiplin dan soliditas pasukan menjadi perhatian selama menjalankan tugas. Agus juga meminta seluruh personel menjaga kesehatan, menghormati masyarakat setempat, serta mengutamakan perlindungan warga sipil.

Para prajurit turut diingatkan untuk menghindari segala bentuk pelanggaran. Sikap profesional dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat internasional terhadap pasukan perdamaian Indonesia.

Puspen TNI berharap kehadiran Satgas Kizi Kontingen Garuda XXXVII-M dapat mendukung keberhasilan misi MINUSCA sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian dunia.

“Kehadiran Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan misi MINUSCA sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian, stabilitas, dan keamanan dunia,” jelas keterangan Puspen TNI.

Penugasan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi para prajurit, terutama dalam menjalankan mandat internasional di wilayah dengan risiko keamanan. Keberhasilan misi diharapkan tidak hanya mendukung stabilitas Republik Afrika Tengah, tetapi juga mencerminkan profesionalisme TNI dalam menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *