Foto: Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Berita Borneo/Reza)

Dukung MBG Balita dan Lansia, Dinkes Kukar Siapkan Juknis dan Menu

Dinkes Kukar merancang menu sesuai kebutuhan gizi balita dan kondisi kesehatan lansia, dengan rencana penyaluran melalui posyandu terintegrasi.

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) dan menu makanan khusus untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lanjut usia (lansia). Menu tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan gizi setiap kelompok usia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program Kukar Idaman Terbaik.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi balita berdasarkan kelompok usia serta kondisi kesehatan lansia. Dinkes juga menyiapkan ketentuan teknis mengenai jenis makanan, tata cara pemberian, dan mekanisme pelaksanaan program.

“Kami telah menyiapkan petunjuk teknis dan menu makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita berdasarkan kelompok usia, serta kebutuhan kesehatan lansia,” ujar Ismi saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (06/11/2026).

Menurut Ismi, penetapan harga makanan menjadi bagian dari tugas pihak terkait dalam pelaksanaan program. Sementara itu, Dinkes berperan dalam memastikan aspek teknis pemberian makanan disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kesehatan kelompok penerima manfaat.

Program MBG bagi balita dan lansia merupakan salah satu dari 17 Program Dedikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dalam visi Kukar Idaman Terbaik. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar serta Dinkes Kukar, sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Untuk menjangkau penerima manfaat, penyaluran makanan direncanakan melalui pos pelayanan terpadu (posyandu) yang telah menerapkan pelayanan kesehatan terintegrasi bagi berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, balita, hingga lansia.

Berdasarkan rencana pelaksanaan, pemberian makanan bagi balita dijadwalkan satu kali setiap bulan. Sementara itu, lansia direncanakan menerima makanan setiap hari, dengan mekanisme penyaluran yang disesuaikan dengan jadwal pelayanan kesehatan.

Pemanfaatan jaringan posyandu diharapkan dapat mempermudah penyaluran makanan sekaligus mendukung pemantauan kondisi kesehatan penerima manfaat. Melalui penyusunan juknis dan menu yang sesuai kebutuhan gizi, program MBG bagi balita dan lansia diharapkan mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat Kukar secara berkelanjutan. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *