Pembangkit listrik tenaga surya komunal di Desa Sepatin rampung dibangun dan menunggu uji coba sebelum diresmikan pada akhir 2026 untuk mendukung pasokan listrik warga selama 24 jam.
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, pada akhir 2026. Pembangkit yang baru selesai dibangun tersebut masih menunggu uji coba untuk memastikan kemampuannya memasok listrik selama 24 jam bagi masyarakat.
Kepala Dinas (Kadis) PMD Kukar, Arianto, mengatakan peresmian PLTS komunal direncanakan bersama Bupati Kukar setelah pengujian operasional selesai dilakukan. Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi warga yang sebelumnya masih bergantung pada pembangkit diesel dan sistem tenaga surya dengan kapasitas terbatas.
“Jadi masih menunggu uji coba, mudah-mudahan ini betul-betul bisa memenuhi listrik kawan-kawan DFesa Sepatin di Kecamatan Anggana, bisa 24 jam,” ujar Arianto saat ditemui di Tenggarong, Jumat (06/11/2026).
Menurut Arianto, penyediaan listrik di Desa Sepatin menggunakan dua skema yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan persebaran permukiman penduduk. Wilayah dengan rumah warga yang berkelompok dilayani melalui PLTS komunal, sedangkan permukiman yang berjauhan mendapatkan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk masing-masing rumah atau Solar Home System (SHS).
Penerapan kedua skema tersebut dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pelayanan listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan kepulauan dan permukiman terpencar.
“Kalau sudah semuanya dapat, segera kita akan resmikan,” ucap Arianto.
Selain menuntaskan pembangunan fasilitas listrik di Sepatin, DPMD Kukar juga menghadapi tantangan peningkatan kapasitas pembangkit tenaga surya di sejumlah desa lainnya. Arianto mengungkapkan bahwa beberapa desa telah menikmati pasokan listrik selama 24 jam, tetapi kapasitas daya yang tersedia belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas pembangkit menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan pemerintah daerah apabila dukungan anggaran tersedia.
“Kalau memang kita memiliki anggaran, nanti akan kita upgrade lagi untuk peningkatan kapasitas dayanya,” katanya.
Di luar sektor kelistrikan, Arianto mengakui penyediaan air bersih di desa-desa Kukar juga masih memerlukan perhatian. Infrastruktur air bersih telah tersedia di sebagian desa, tetapi pemerataan pelayanan belum sepenuhnya tercapai.
Pembangunan PLTS komunal Sepatin dan pengembangan layanan dasar lainnya diharapkan dapat mengurangi keterbatasan akses listrik serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Keberhasilan program tersebut masih bergantung pada hasil uji coba pembangkit, kecukupan kapasitas daya, dan keberlanjutan pengelolaan fasilitas setelah dioperasikan. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan