Dinkes Kukar menekankan pentingnya sinergi dokter, perawat, dan tenaga laboratorium medik dalam meningkatkan ketepatan diagnosis serta mendukung deteksi dini talasemia melalui Muswil VIII PATELKI Kaltim.
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) untuk meningkatkan ketepatan diagnosis penyakit, khususnya dalam mendukung deteksi dini dan penanganan talasemia.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kukar, Leni Astuti, saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Sabtu (07/11/2026).
Leni menegaskan, pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam menunjang pelayanan kesehatan karena hasilnya menjadi salah satu dasar bagi dokter untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah penanganan pasien.
“Ketika kami mendiagnosis suatu penyakit, kami juga membutuhkan diagnosis pendukung, yaitu hasil laboratorium untuk memperkuat diagnosis yang ada,” ujarnya.
Menurut Leni, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan kerja sama lintas profesi, termasuk dokter, perawat, dan tenaga laboratorium medik. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan penyakit dapat berlangsung secara terpadu.
Penguatan kerja sama itu juga menjadi perhatian dalam seminar daring (webinar) nasional bertema “Sadar Selamatkan Generasi: Kolaborasi Tenaga Kesehatan dalam Deteksi Dini, Diagnosis, dan Penanganan Talasemia” yang diselenggarakan bersamaan dengan Muswil VIII PATELKI Kaltim.
Leni menilai tema tersebut relevan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, terutama dalam mendukung deteksi dini talasemia. Penyakit kelainan darah yang bersifat genetik tersebut memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk membantu proses diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Selain membahas peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, Muswil VIII PATELKI Kaltim menjadi forum evaluasi program kerja, konsolidasi organisasi, serta penyusunan arah kebijakan dan program strategis organisasi profesi.
Leni berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan berintegritas, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme anggota PATELKI dalam memberikan pelayanan laboratorium medik kepada masyarakat.
Ia juga mengharapkan keputusan yang dihasilkan melalui Muswil dapat memperkuat kontribusi tenaga laboratorium medik terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kaltim.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” tutupnya.
Melalui penguatan kompetensi dan kolaborasi antarprofesi, pelayanan laboratorium medik diharapkan semakin mampu mendukung pemeriksaan penyakit secara tepat, mempercepat proses diagnosis, dan meningkatkan kualitas penanganan pasien, termasuk penderita talasemia. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan