Enam murid SMA Negeri 3 Palangka Raya meraih medali emas Lomba Peneliti Belia 2026 melalui PURE-PEAT, inovasi filtrasi air gambut berbahan lokal yang menunjukkan peningkatan pH dan kejernihan dalam pengujian awal.
PALANGKA RAYA – Pemanfaatan tanaman purun, pasir, kerikil, dan arang dari limbah kayu sebagai media penyaring air gambut mengantarkan enam murid SMA Negeri 3 Palangka Raya meraih medali emas dalam Lomba Peneliti Belia 2026. Inovasi bernama PURE-PEAT tersebut menawarkan alternatif pengolahan air berbasis bahan lokal dengan hasil pengujian awal berupa peningkatan pH dari 4,0 menjadi 6,5 dan kejernihan air hingga 60 persen.
Prestasi itu diraih Geovan Marvellino, Katherine Allusia Handra, Gladys Nathazia Ananda Debint, Chintya Putri Jasmine, Realynn Telabang Narang, dan Marsel U dalam kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Informasi mengenai capaian tersebut disampaikan pada Senin (19/10/2026).
Penelitian berjudul PURE-PEAT: Integrasi Purun, Pasir, Limbah Kayu, dan Kerikil sebagai Media Filtrasi untuk Menjernihkan dan Menetralkan pH Air Gambut Berbasis Kearifan Lokal berangkat dari persoalan kualitas air di kawasan gambut. Air gambut umumnya berwarna pekat dan memiliki tingkat keasaman tinggi, sehingga pengolahannya menjadi salah satu tantangan dalam upaya menyediakan air bersih.
Melalui penelitian, pembuatan prototipe, dan pengujian laboratorium, tim mengembangkan susunan media penyaring yang memanfaatkan sumber daya lokal. Tanaman purun, pasir, kerikil, serta arang dari limbah kayu dipilih sebagai bahan yang berpotensi mendukung pengolahan air dengan biaya yang lebih terjangkau dan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Hasil pengujian pada susunan filter yang dinilai paling optimal menunjukkan pH air meningkat dari 4,0 menjadi 6,5. Selain itu, kejernihan air dilaporkan meningkat hingga 60 persen. Hasil tersebut menjadi indikasi awal bahwa kombinasi bahan lokal dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai teknologi filtrasi air gambut.
Meski demikian, peningkatan pH dan kejernihan belum cukup untuk memastikan air aman diminum. Pengujian lebih menyeluruh terhadap parameter kimia dan mikrobiologi tetap diperlukan sebelum air hasil penyaringan dapat dinyatakan layak untuk dikonsumsi.
Ketua tim, Geovan Marvellino, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) atas dukungan selama proses penelitian hingga keikutsertaan dalam kompetisi di Universitas Indonesia.
“Perkenalkan, nama saya Geovan Marvellino, selaku ketua Tim Peneliti Belia SMAN 3 Palangka Raya. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah membantu dan mendukung setiap penelitian serta proses kegiatan yang kami jalani di Universitas Indonesia,” ungkap Geovano.
Ia berharap dukungan terhadap penelitian pelajar terus diperluas agar semakin banyak murid di Kalteng mendapat kesempatan mengembangkan gagasan dan mengikuti kompetisi ilmiah.
“Ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus berkembang dan terus menyalurkan dukungan serta bantuan kepada banyak pelajar di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Raihan medali emas ini juga menjadi dorongan bagi SMA Negeri 3 Palangka Raya untuk terus menumbuhkan budaya riset di kalangan murid. Tim berharap penelitian PURE-PEAT dapat dikembangkan melalui penyempurnaan prototipe dan metodologi sehingga manfaatnya bagi masyarakat di kawasan gambut dapat dikaji lebih jauh.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan di sekitar murid dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi ilmiah. Dengan pembinaan, pengujian lanjutan, dan dukungan yang berkelanjutan, penelitian berbasis potensi daerah diharapkan dapat berkembang menjadi solusi yang semakin teruji bagi kebutuhan masyarakat. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan