Wednesday , July 26 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Jambret Menangis Saat Ditampar Oleh Siswa SMP

Jambret Menangis Saat Ditampar Oleh Siswa SMP

 

7ec571dcc53ddf8069dec1043e47cd14

SAMARINDA – Emosi Tota Manuel Sianturi tak terbendung saat bertemu dengan Andi Musafir. Wajar kalau Tota emosi. Karena Andi adalah jambret yang merampas dan membawa kabur ponselnya sesaat sepulang dari sekolah.
Siswa SMP kelas VII (kelas 1) SMP Negeri 2 itu pun langsung melayangkan pukulan tepat mendarat di wajah Andi.

Padahal saat itu Toda dan Andi bertemu di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsekta SamarindaIlir.
Bocah berusia 13 tahun itu seakan tak peduli. Ia benar-benar geram hingga tak sadar menantang pria berusia 23 tahun yang duduk di depannya itu berduel di depan polisi.

Bukannya menerima tawaran duel, Andi malah menagis dan meminta maaf kepada Tota yang perlahan akhirnya dapat mengendalikan emosi ketika polisi menyuruhnya duduk.
“Maaf dek. Kakak khilaf, kakak butuh uang buat bayar kos,” Andi memelas kepada Tota.

Amarah Tota tak bisa tertahankan, lantaran Andi yang menghampirinya di halte depan SMPN 2 Jalan Achmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar (SPL), Samarinda Kota, pukul 14.30 Wita kemarin itu selain berpura-pura meminjam ponsel juga membawa kabur, sehingga membuat Tota susah payah mengejarnya sembari berteriak.

“Dia (Andi, Red) dekati saya, katanya minta tolong teleponkan nomor HP dia yang dibawa temannya,” kata Tota kepada wartawan.
Karena nomor ponsel yang disebutkan Andi kurang jelas, Tota menjadi serba salah mengetik nomor ponssel yang diucapkan Andi.

“Dia lalu bilang “Sini HP mu saya pinjam”,” ucap Tota seraya menirukan yang dikatakan Andi.
Setelah ponsel Tota berpindah tangan, Andi lantas berpura-pura menelepon. Namun akting pria yang beralamat di Jalan Pangeran hidayatullah, Gang Amal, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda Kota itu membuat Tora curiga.

“Saya lihat lampu layar ponsel saya tak berkedip, biasanya berkedip kalau digunakan menelepon,” ujar Tota.
Merasa gelagat Andi mencurigakan, Tota lantas bersiap-siap melepaskan tas di pundaknya. Benar saja dugaan Tota, Andi tiba-tiba saja lari ke arah Jalan Sendawar yang ada di samping sekolahnya.

“Sambil lari dia bilang, mau kejar temannya yang bawa HP-nya,” tutur Tota.
Tota tak percaya, ia pun mengejar Andi hingga di kawasan Jalan Danau Jempang, sembari berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan Tota juga ikut mengejar.

“Dia lari masuk ke rumah warga. Dia bilang itu rumah neneknya, tapi tak ada yang kenal dengan dia,” ujar Tota.
Warga yang yakin pengakuan Andi itu hanya akal-akalan saja, langsung merangsek masuk ke dalam rumah warga tersebut dan menyeret Andi ke Polsek Ilir.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono, melalui Kanit Reskrim Ipda Dedi Setiawan menuturkan, semetara ini Andi sudah diamankan dan Tota juga sudah membuat laporan resmi.

“Ponsel yang sempat dijambret pelaku (Andi, Red) juga sudah kami amankan sebagai barang bukti. Dan kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk menggali kemungkinan adanya pelaku lainnya,” tandasnya. [] SP

544 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : Media Maju Bersama Bangsa