Kejar Standar Nasional, Pemkab Paser Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Jalan pada 2027

Pemkab Paser menyiapkan rencana anggaran sekitar Rp1,8 triliun untuk 48 paket pekerjaan jalan pada 2027 guna meningkatkan kemantapan jalan dari sekitar 47 persen hingga melampaui standar nasional yang disebut sebesar 65 persen.

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), menargetkan tingkat kemantapan jalan daerah melampaui standar nasional sebesar 65 persen pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan rencana alokasi anggaran sekitar Rp1,8 triliun melalui 48 paket pekerjaan jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Paser, Asnawi, mengatakan tingkat kemantapan jalan daerah saat ini masih berada di kisaran 47 persen. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan dalam program pembangunan 2027.

“Adapun standar pemantapan jalan nasional dipatok sebesar 65%. Insyaallah di tahun 2027 mendatang kita bisa mencapai target pelampaui standart nasional”, ujar Asnawi, Senin (19/10/2026).

Menurut Asnawi, peningkatan kemantapan jalan akan dilakukan melalui program pembangunan dan penanganan sejumlah ruas strategis yang selama ini belum terselesaikan.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkab Paser telah menyiapkan rencana anggaran sementara sekitar Rp1,8 triliun pada 2027. Anggaran itu direncanakan untuk membiayai puluhan paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Untuk pelaksanaannya akan dilakukan dengan skema muktiyears dengan mencangkup 48 paket pekerjaan. Adapun untuk total panjang jalan itu sekitar 300 meter”, imbuhnya.

Asnawi menjelaskan, pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multiyears. Melalui skema ini, pemerintah daerah berupaya menangani sejumlah ruas jalan yang membutuhkan pengerjaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran.

Sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah serta ruas Muara Payang–Longsayo. Kedua jalur tersebut termasuk dalam rencana penanganan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas wilayah di Paser.

Menurut Asnawi, jalur Batu Engau–Senipah merupakan salah satu ruas panjang yang belum sepenuhnya terselesaikan. Pemerintah daerah memproyeksikan penanganan ruas tersebut dapat dituntaskan pada 2027.

Sementara itu, ruas Longsayo–Suan Selutung masih memerlukan penanganan lanjutan karena panjangnya jalur yang harus dikerjakan.

“Antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah itu menjadi salah satu ruas jalan terpanjang yang belum terselesaikan dan diproyeksikan tuntas penuh pada tahun 2027. Tinggal menyisakan ruas Longsayo Suan Selutung, mengingat ruas jalan tersebut memang sangat panjang. Tetapi tetap kita support juga untuk tahun 2027”, Pungkasnya.

Pemkab Paser berharap pelaksanaan 48 paket pekerjaan jalan tersebut dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperluas akses transportasi antarkawasan.

Peningkatan kemantapan jalan juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses jalan.

Melalui rencana pembangunan tersebut, Pemkab Paser menargetkan peningkatan kemantapan jalan secara bertahap hingga melampaui angka 65 persen pada 2027, sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *