Menaker Dorong 14.688 Peserta PVN 2026 Bangun Portofolio Kerja

Menaker Yassierli meminta 14.688 peserta PVN Angkatan V Tahun 2026 tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi juga membangun portofolio, meningkatkan keterampilan praktik, dan memanfaatkan kompetensi untuk bekerja maupun membuka usaha.

JAWA BARAT – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong 14.688 peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Angkatan V Tahun 2026 membangun portofolio keterampilan sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja. Selain menguasai kompetensi teknis, peserta diharapkan mampu menunjukkan hasil pekerjaan yang dapat menjadi bukti kemampuan sekaligus membuka peluang untuk bekerja maupun berwirausaha.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam kegiatan Orientasi Peserta PVN Angkatan V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). Ribuan peserta mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Menurut Yassierli, keberhasilan mengikuti pelatihan tidak cukup diukur dari kepemilikan sertifikat. Peserta juga harus mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensinya.

Karena itu, ia mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperbanyak pengalaman praktik, dan membangun rekam jejak pekerjaan yang dapat ditunjukkan kepada calon pemberi kerja.

“Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua,” kata Yassierli.

Yassierli menilai portofolio menjadi salah satu bekal penting bagi peserta ketika memasuki dunia kerja. Melalui dokumentasi hasil pekerjaan, peserta dapat memperlihatkan kemampuan yang telah dikuasai selama menjalani pelatihan.

Selain membangun portofolio, peserta juga diminta memperluas jejaring profesional dan menjaga reputasi melalui kualitas pekerjaan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mereka memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.

Untuk mencapai tujuan itu, Yassierli menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta selama mengikuti pelatihan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkan arahan instruktur dalam kegiatan praktik.

Peserta juga diminta memahami standar kerja yang berlaku pada bidang keterampilan masing-masing serta terbuka terhadap kritik dan evaluasi sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi.

“Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan,” ujar Yassierli.

Menurutnya, keberanian mencoba hal baru dan kemampuan menerima masukan merupakan sikap penting yang perlu dikembangkan sejak mengikuti pelatihan. Kedua hal tersebut dapat membantu peserta memperbaiki kualitas pekerjaan sekaligus membentuk profesionalisme.

Yassierli juga mengingatkan bahwa perjalanan karier merupakan proses pengembangan diri yang berlangsung secara berkelanjutan. Pengalaman kerja pertama bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan kesempatan untuk memperluas kemampuan dan membuka peluang karier berikutnya.

Selain mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, peserta PVN didorong mempertimbangkan peluang berwirausaha dengan memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh.

Ia mencontohkan keterampilan teknis yang dikuasai peserta dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri, seperti membuka bengkel sesuai bidang kompetensi masing-masing.

Dengan demikian, manfaat pelatihan vokasi diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan peluang memperoleh pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal bagi peserta untuk menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan usaha.

Melalui PVN Angkatan V Tahun 2026, Yassierli berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan proses pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, membangun portofolio, serta mengembangkan sikap profesional agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *