Penutupan BKSN Sekadau, Aron Tekankan Kebersamaan Generasi Muda

Penutupan BKSN 2026 di Sekadau menjadi momentum untuk mendorong generasi muda meneruskan semangat kebersamaan, keimanan, dan pengembangan potensi dalam kehidupan sehari-hari.

SEKADAU – Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Kabupaten Sekadau tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda meneruskan nilai kebersamaan dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Bupati Sekadau Aron saat penutupan BKSN 2026 di Betang Youth Center Sekadau, Sabtu malam (26/09/2026).

BKSN 2026 mengusung tema “Yesus Guru Yang Penuh Kuasa”. Menurut Aron, rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk membangun persaudaraan sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas.

“Kegiatan BKSN ini menjadi ruang yang sangat baik, khususnya bagi generasi muda kita, untuk membangun kebersamaan sekaligus mengasah potensi melalui berbagai kegiatan yang positif,” ujar Aron, sebagaimana diberitakan Madah Sekadau, Sabtu, (26/09/2026).

Aron menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam seluruh rangkaian kegiatan hingga acara penutupan. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan agar semangat yang tumbuh selama BKSN tidak berhenti setelah acara ditutup. Nilai-nilai kebaikan dan keimanan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

“Saya berharap semangat yang sudah terbangun selama pelaksanaan BKSN ini dapat terus dipertahankan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BKSN 2026 Paulus Sutami mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan kerja sama seluruh jajaran panitia serta umat Katolik di Kabupaten Sekadau. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi. Tanpa antusiasme dan kebersamaan umat, BKSN 2026 tidak akan berlangsung semeriah ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” tutur Sutami.

Dengan berakhirnya BKSN 2026, pesan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui kebersamaan, pengembangan potensi generasi muda, serta kehidupan sosial yang saling mendukung di tengah masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *