Rumah Warga Terbakar di Malinau, Akses Sempit Hambat Mobil Damkar

Kebakaran rumah warga di Gang Baya Taka, Malinau, berhasil dikendalikan meski petugas menghadapi kendala gang sempit yang menyulitkan akses kendaraan pemadam.

MALINAU – Akses gang yang sempit menjadi kendala utama petugas saat berupaya memadamkan kebakaran yang menghanguskan rumah milik warga bernama Hajijah di Gang Baya Taka, RT 15, Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Rabu (07/10/2026). Meski menghadapi keterbatasan ruang gerak kendaraan, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.38 Wita. Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Malinau tiga menit kemudian. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.47 Wita untuk melakukan penanganan.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Malinau Tjito Widjaja melalui Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Rury Ahmad Sururie mengatakan, penanganan kebakaran melibatkan personel dari sejumlah sektor serta dukungan berbagai unsur di lapangan.

Sebanyak 24 personel Damkar diterjunkan, terdiri atas 10 personel Sektor Induk, delapan personel Sektor Utara dan enam personel Sektor Barat. Penanganan turut didukung unsur kepolisian, Brigade Mobil (Brimob), Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan masyarakat sekitar.

Secara keseluruhan, sekitar 60 orang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Sejumlah armada juga dikerahkan, meliputi satu unit armada pemadam Sektor Induk, satu unit armada suplai, armada Sektor Barat dan Sektor Utara, serta satu unit mobil penyelamatan dan mesin portable.

“Pada hari ini kami dari Dinas Damkar beserta stakeholder yang lain menangani kebakaran di Gang Baya Taka, RT 15,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakn dilokasi kejadian, sebagaimana diberitakan Radar Tarakan, Rabu, (07/10/2026).

Menurut Rury, kondisi gang yang sempit membuat kendaraan pemadam tidak leluasa mendekati titik api. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi petugas untuk mempercepat proses pemadaman, terlebih api sempat membesar dan menghanguskan rumah warga.

Namun, petugas bersama unsur terkait tetap melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Upaya tersebut juga dilakukan untuk memastikan kobaran tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Informasi yang diperoleh petugas di lapangan masih simpang siur. Dugaan sementara menyebut api berasal dari bagian belakang rumah, tepatnya di sekitar dapur.

“Informasinya masih simpang siur, jadi dugaan sementara ini dimulai dari bagian belakang, dapur,” jelasnya.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak Kepolisian.

Tjito mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika menggunakan instalasi listrik dan peralatan memasak. Ia meminta aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan listrik maupun alat-alat memasak dan jangan ditinggalkan, sehingga tidak terjadi kebakaran di pemukiman,” pungkasnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *