Safari Subuh yang telah dilaksanakan sebanyak 374 kali menjadi sarana Pemkab Kukar dan DMI mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong masjid berperan dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi warga.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penguatan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian persoalan sosial melalui program Safari Subuh. Hingga Sabtu (17/10/2026), kegiatan yang menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat tersebut telah dilaksanakan sebanyak 374 kali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan Safari Subuh tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antara pejabat pemerintah dan masyarakat, tetapi juga sarana memperluas peran masjid dalam mendukung kegiatan sosial dan ekonomi warga.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Kukar dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar untuk mendorong rumah ibadah menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitarnya.
“Tujuannya untuk mendekatkan antara pejabat dengan masyarakatnya. Kemudian, secara khusus ada Dewan Masjid Indonesia yang mengupayakan supaya keberadaan tempat ibadah, khususnya masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial kemasyarakatan,” kata Sunggono di Tenggarong, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, keberadaan masjid diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.
Sunggono menjelaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan DMI menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui rumah ibadah.
Pemkab Kukar memiliki berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sedangkan DMI berperan mendorong keterlibatan pengurus masjid dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga.
“Kolaborasi yang bagus adalah DMI juga ada di situ, dengan program-program pemberdayaan masyarakatnya melalui rumah ibadah. Pemerintah juga dengan program-program yang ada,” ujarnya.
Selain memperkuat fungsi sosial masjid, Safari Subuh dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi pemerintah daerah untuk memperkenalkan program Kukar Idaman Terbaik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan warga, menyampaikan informasi pembangunan, sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sunggono menambahkan, kegiatan Safari Subuh berikutnya dijadwalkan berlangsung di Loa Tebu pada Minggu (18/10/2026) dini hari. Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari kegiatan rutin yang telah dilaksanakan sebanyak 374 kali hingga Sabtu (17/10/2026).
Melalui keberlanjutan program Safari Subuh, Pemkab Kukar bersama DMI berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong masjid berperan lebih aktif dalam pemberdayaan warga dan penanganan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan