Tiga dari lima peserta seleksi terbuka Sekda Nunukan telah menuntaskan asesmen di LAN Makassar dan dijadwalkan mengikuti penyusunan makalah pada 21 Oktober serta wawancara pada 22–23 Oktober 2026.
NUNUKAN – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan memasuki tahap lanjutan setelah tiga dari lima peserta menyelesaikan asesmen di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar pada Jumat (09/10/2026). Para peserta selanjutnya dijadwalkan menyusun makalah pada 21 Oktober dan mengikuti wawancara dengan panitia seleksi sehari kemudian.
Ketiga peserta yang telah kembali ke Nunukan pada Sabtu (10/10/2026) tersebut adalah Surai, Sabri, dan Juni Mardiansyah. Mereka tiba di Tarakan sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) setelah mengalami keterlambatan penerbangan dari Makassar, kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di Nunukan sekitar pukul 18.00 WITA.
Salah satu peserta, Surai, yang menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Nunukan, mengatakan asesmen berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah tahapan yang menguji kemampuan analisis, penyampaian gagasan, dan pengambilan keputusan.
“Materi tesnya lumayan menantang. Ada tes tertulis dan wawancara yang didahului presentasi,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Surai, asesmen tidak hanya mengandalkan tes tertulis dan wawancara individual. Peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk menguji kemampuan mengemukakan pendapat serta mempertahankan argumentasi ketika membahas persoalan tertentu.
“Pokoknya sangat menarik. Bahkan, kami bisa berdebat sengit dalam menyampaikan argumentasi terhadap persoalan yang dibahas,” katanya.
Rangkaian asesmen pada Kamis (8/10/2026) mencakup tes psikologi, simulasi analisis masalah (Problem Analysis), simulasi pengelolaan tugas (In-Tray), serta persiapan diskusi kelompok tanpa pemimpin (Leaderless Group Discussion atau LGD) secara mandiri.
Pada Jumat (09/10/2026), peserta melanjutkan tahapan simulasi LGD dan lima jenis wawancara. Seluruh kegiatan berlangsung dengan jadwal padat hingga sore hari.
Dari total lima peserta seleksi, dua peserta lainnya, Muhammad Amin dan Ferdi Manurung Tandulangi, belum terkonfirmasi kembali ke wilayah asal setelah asesmen. Amin dijadwalkan kembali pada Minggu (11/10/2026).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Kaharuddin, menjelaskan bahwa asesmen merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi. Hasilnya akan dipadukan dengan penilaian pada tahapan berikutnya untuk menentukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan jabatan Sekda.
“Penilaian akhir nantinya akan memadukan hasil asesmen dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh Panitia Seleksi,” jelas Kaharuddin.
Sesuai jadwal, para peserta akan menyusun makalah yang berkaitan dengan jabatan yang diperebutkan pada 21 Oktober 2026. Tahap berikutnya berupa wawancara dengan Panitia Seleksi (Pansel) dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Oktober 2026, sedangkan lokasi pelaksanaannya akan diinformasikan kemudian.
Tahapan lanjutan tersebut menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk menunjukkan kapasitas, pemahaman terhadap persoalan pemerintahan, serta gagasan strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Nunukan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan