Wisuda Tahfidz SMP YPK Bontang, Bekal Iman di Tengah Era Digital

Sebanyak 64 siswa SMP YPK Bontang mengikuti Khatmil Quran dan Wisuda Tahfidz 2026, terdiri atas 54 siswa yang menuntaskan khataman dan 10 siswa yang menghafal dua hingga lima juz Al-Qur’an.

BONTANG – Sebanyak 64 siswa Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pupuk Kaltim (SMP YPK) Bontang mengikuti prosesi Khatmil Quran dan Wisuda Tahfidz 2026 setelah menuntaskan capaian masing-masing dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Pencapaian tersebut diharapkan memperkuat pendidikan karakter dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan teknologi.

Dari jumlah tersebut, 54 siswa berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an, sedangkan 10 siswa lainnya diwisuda atas keberhasilan menghafal Al-Qur’an sebanyak dua hingga lima juz. Prosesi berlangsung di Auditorium 3D Wali Kota Awang Long, Bontang, Sabtu (03/10/2026).

Ketua Umum Yayasan Pupuk Kaltim, Minarni Fitriani Dwiningsih, menyampaikan capaian para siswa tersebut sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Dengan Khatmil Qur’an, Kita Tingkatkan Kecintaan Generasi Muda Islam dalam Memahami dan Mengamalkan Al-Qur’an”.

Selain menekankan pencapaian hafalan, kegiatan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya peran keluarga dalam mendampingi pendidikan agama anak. Perwakilan orang tua siswa, Agung Hidayat, berharap komunikasi dan kerja sama antara pihak sekolah dan keluarga dapat terus terjaga.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan, bukan sekadar materi yang dibaca atau dihafalkan. Pemahaman dan pengamalan nilai-nilainya dinilai penting untuk membentuk perilaku positif ketika berinteraksi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi atas kontribusi SMP YPK dalam pendidikan keagamaan. Ia menilai penguatan nilai spiritual perlu berjalan seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi agar generasi muda memiliki landasan moral yang kuat.

“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, anak-anak kita harus memiliki bekal keimanan, akhlak yang mulia, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Diskominfo Bontang, Sabtu, (03/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak semata-mata menjadi pencapaian pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Pendidikan agama diharapkan membantu peserta didik mengembangkan keimanan, akhlak, dan integritas dalam menghadapi perubahan sosial.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga menempatkan pendidikan keagamaan sebagai salah satu unsur pendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Melalui kolaborasi sekolah, keluarga, yayasan, dan pemerintah, capaian para siswa SMP YPK diharapkan menjadi dorongan untuk memperluas pendidikan Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *