Pemeriksaan awal terhadap 11 SPBU di Kedah belum menemukan indikasi air dalam tangki BBM, tetapi sampel tetap diuji di laboratorium untuk memastikan dugaan kontaminasi.
KUALA LUMPUR – Pemeriksaan terhadap 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kedah, Malaysia, belum menemukan indikasi air dalam tangki penyimpanan bahan bakar meski sebelumnya muncul laporan kendaraan rusak setelah mengisi BBM di sejumlah SPBU.
Pemeriksaan dilakukan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Kedah setelah menerima keluhan masyarakat terkait dugaan kontaminasi BBM. Tim penegak hukum kementerian mengambil sampel bahan bakar dari tangki dan pompa yang dilaporkan bermasalah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Tim penegak hukum kementerian melakukan inspeksi di 11 stasiun bensin hari ini dan mengambil sampel bahan bakar dari tangki atau pompa yang terlibat untuk analisis lebih lanjut,” kata Nizam, sebagaimana diberitakan Free Malaysia Today, Selasa, (06/10/2026).
Direktur Kementerian Kedah, Nizam Jamaludin, mengatakan pemeriksaan awal dilakukan menggunakan metode pencelupan manual serta pengecekan sistem Pengukur Tangki Otomatis. Hasil pengecekan tersebut tidak menunjukkan adanya air di dalam tangki penyimpanan BBM yang diperiksa.
“Inspeksi awal menggunakan metode pencelupan manual dan pengecekan pembacaan sistem Pengukur Tangki Otomatis tidak menunjukkan adanya indikasi air di dalam tangki penyimpanan bahan bakar yang diperiksa,” kata Nizam.
Pemeriksaan mencakup SPBU Petron dan Caltex yang berada di Alor Setar, Kubang Pasu, Sungai Petani, dan Kulim. Selain mengecek kondisi tangki, petugas turut memeriksa tanda terima pasokan bahan bakar, catatan penjualan, serta sejumlah dokumen terkait.
Meski hasil pemeriksaan awal belum menemukan kontaminasi air, sampel BBM tetap akan dianalisis di departemen kimia Malaysia. Sampel yang sama juga akan dikirim ke laboratorium perusahaan minyak masing-masing untuk memastikan kandungan dan kualitas bahan bakar.
“Kementerian akan menelaah hasil analisis dan temuan investigasi secara keseluruhan sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk mengambil tindakan yang tepat jika ada ketentuan hukum yang dilanggar,” ujarnya.
Kasus tersebut mencuat setelah warga Malaysia melaporkan adanya air di dalam tangki bensin RON95 pada salah satu SPBU di Batu Kawan, Penang. Keluhan itu kemudian diikuti laporan sejumlah pengendara yang menyebut kendaraan mereka, terutama mobil, mengalami kerusakan setelah mengisi BBM.
Hasil pemeriksaan awal di Kedah yang belum menemukan air dalam tangki belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kerusakan kendaraan. Pemerintah Malaysia masih menunggu hasil analisis laboratorium sebelum menentukan apakah terdapat pelanggaran ketentuan terkait kualitas atau penyaluran BBM. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan