Anisa dan Ahmad Harumkan Kaltim, Bawa Pulang Tiga Penghargaan Budaya

Anisa Suliyanti dan Ahmad Awwaludin meraih tiga penghargaan dalam Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026, memperkuat peluang generasi muda Berau untuk mempromosikan warisan budaya daerah di tingkat nasional.

BERAU – Tiga penghargaan dalam Pemilihan Putra Putri Budaya Indonesia 2026 menjadi modal bagi generasi muda Kabupaten Berau (Berau), Kalimantan Timur (Kaltim), untuk memperluas pengenalan budaya daerah di tingkat nasional. Capaian tersebut diraih Anisa Suliyanti dan Ahmad Awwaludin yang mewakili Kaltim dalam ajang tersebut.

Anisa meraih posisi Runner Up III sekaligus gelar Putri Budaya Indonesia Terfavorit 2026. Sementara itu, Ahmad memperoleh penghargaan Putra Budaya Best Advokasi 2026. Prestasi keduanya dinilai membuka peluang bagi anak muda daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan tradisi dan warisan budaya kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Anisa dan Ahmad menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing secara nasional apabila memperoleh kesempatan serta dukungan yang memadai.

“Prestasi ini memperlihatkan bahwa generasi muda Berau memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Portalberau, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah turut mendukung persiapan kedua peserta sebelum mengikuti kompetisi. Dukungan tersebut meliputi pembekalan pengetahuan kebudayaan, pendalaman materi advokasi, peningkatan kemampuan komunikasi, persiapan mental, hingga bantuan pembiayaan untuk mengikuti kegiatan.

“Bantuan tersebut mencakup pembekalan pengetahuan kebudayaan, pendalaman materi advokasi, peningkatan kemampuan berkomunikasi, persiapan mental, hingga dukungan pembiayaan untuk mengikuti kegiatan,” jelasnya.

Menurut Yudha, ajang pemilihan putra-putri budaya tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan gelar. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi representasi daerah dan menyampaikan nilai-nilai budaya lokal secara tepat kepada masyarakat di luar daerah.

“Ketika mengikuti ajang seperti ini, mereka membawa identitas daerah, bukan hanya nama pribadi. Karena itu, wawasan tentang kebudayaan harus diperkuat agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar mencerminkan nilai dan kekayaan budaya yang kita miliki,” terangnya.

Ia menilai, kemampuan berbicara di depan publik, menjalankan advokasi, dan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dapat membantu generasi muda menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan cara tersebut, promosi budaya tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dilakukan melalui keterlibatan aktif anak muda.

“Kita lihat kemampuan berbicara di depan publik, kegiatan advokasi, maupun pemanfaatan berbagai platform komunikasi, anak muda memiliki ruang untuk memperkenalkan tradisi daerah kepada kalangan yang lebih luas,” tuturnya.

Prestasi pada 2026 ini juga melanjutkan rekam jejak perwakilan Berau dalam kompetisi Putra Putri Budaya Indonesia. Pada 2022, perwakilan daerah tersebut pernah meraih gelar Grand Winner dan Runner Up III Putri Budaya Indonesia.

Catatan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kebudayaan, baik melalui kompetisi maupun program promosi dan pelestarian tradisi. Keterlibatan itu dinilai penting agar warisan budaya tetap dikenal dan dihargai oleh generasi berikutnya.

“Kesempatan seperti ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperkenalkan budaya Berau, sekaligus memastikan warisan daerah tetap dikenal dan dihargai oleh generasi mendatang,” kuncinya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *