Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri sebagai inspektur upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 (Photo/Reza)

Sumpah Pemuda 2026, Bupati Kukar Dorong Peran Pemuda dalam Pembangunan

Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong generasi muda berperan aktif dalam pembangunan melalui kewirausahaan, peningkatan kompetensi, dan keterlibatan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengajak generasi muda berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui kewirausahaan, kegiatan kemasyarakatan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (28/10/2026).

Aulia menegaskan, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun cita-cita besar, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Murid sekolah mengikuti upacara sumpah pemuda 2026 di halaman kantor Bupati Kukar (Photo/Reza)

Salah satu bentuk keterlibatan yang diharapkan adalah partisipasi pemuda dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu membantu ketika kebakaran terjadi, tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami berharap pemuda ikut aktif membantu masyarakat bersama pemerintah dalam menghadapi karhutla. Bukan hanya bergerak ketika api sudah muncul, tetapi juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar tentang cara mencegah kebakaran,” kata Aulia.

Aulia menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial generasi muda. Keterlibatan pemuda dalam pencegahan karhutla diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan di Kukar.

Selain mendorong kepedulian lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga menyiapkan berbagai program yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Sejumlah program tersebut meliputi pengembangan 100 ribu petani, peternak, dan nelayan tangguh, program wirausaha mandiri, serta Beasiswa Kukar Idaman Terbaik yang ditujukan untuk mendukung masyarakat melanjutkan pendidikan.

Menurut Aulia, berbagai program tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pemuda untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan usaha, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap pemuda menjadi aktor utama pembangunan di Kukar. Banyak hal yang bisa dilakukan pemuda. Kami yakin pemuda Kukar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni menjelaskan, peringatan HSP ke-98 dilaksanakan melalui upacara sesuai edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Meskipun diselenggarakan secara sederhana, kegiatan tersebut tetap mengutamakan kekhidmatan dan penghayatan terhadap nilai-nilai Sumpah Pemuda.

Ali menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam, terutama dalam mengembangkan kemampuan, membangun kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial maupun lingkungan.

Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui inovasi, kepemimpinan, serta keterlibatan langsung dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda, Dispora Kukar menjalankan program pendampingan melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Program tersebut menyasar pemuda yang baru merintis usaha maupun pelaku usaha muda yang ingin mengembangkan kegiatan bisnisnya.

Melalui Klinik WPM, peserta memperoleh pendampingan mengenai pengetahuan kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta pelatihan digitalisasi untuk mendukung pengembangan bisnis.

Pendampingan juga melibatkan praktisi kewirausahaan dan tenaga pendidik sesuai kebutuhan peserta. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pemuda dalam mengelola usaha sekaligus menghadapi perkembangan dunia bisnis.

Ali mengatakan, program kewirausahaan menjadi salah satu upaya Pemkab Kukar untuk mengubah pola pikir generasi muda agar tidak hanya bergantung pada peluang kerja di sektor industri yang telah berkembang di daerah.

“Kita ingin mengubah pola pikir pemuda agar tidak hanya berorientasi bekerja di perusahaan batu bara, sawit, maupun sektor lainnya, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan di kalangan pemuda diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan penghasilan keluarga, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Melalui momentum HSP ke-98, Pemkab Kukar berharap generasi muda semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan, baik melalui kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, pendidikan, maupun pengembangan usaha. Dengan dukungan program pemberdayaan yang berkelanjutan, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *