Arab Saudi Cegat Rudal Houthi yang Mengarah ke Taif

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim mencegat rudal balistik yang mengarah ke Taif setelah pecahan rudal dan serangkaian serangan yang dikaitkan dengan Houthi memicu kerusakan serta peringatan keamanan di sejumlah wilayah kerajaan.

RIYADH – Serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak yang diklaim diluncurkan kelompok Houthi meningkatkan kewaspadaan pertahanan Arab Saudi setelah koalisi pimpinan Riyadh mencegat rudal balistik yang mengarah ke Kota Taif, Rabu (28/10/2026). Insiden itu terjadi sehari setelah pecahan rudal yang dicegat sistem pertahanan udara merusak sejumlah fasilitas di Riyadh.

Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan rudal balistik yang menuju Taif berhasil dicegat dan dihancurkan. Namun, pihak koalisi tidak menjelaskan secara terperinci lokasi pencegatan, jumlah korban, maupun kemungkinan kerusakan akibat insiden terbaru tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu, Rabu, (28/10/2026).

Sebelum pencegatan itu diumumkan, peringatan darurat sempat dikeluarkan untuk wilayah Jeddah dan Yanbu. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan kondisi di kedua wilayah tersebut telah aman. Meski demikian, otoritas tidak merinci ancaman yang menjadi dasar penerbitan peringatan tersebut.

Ancaman terbaru itu menyusul insiden pada Selasa malam, ketika pecahan dua rudal balistik yang diluncurkan Houthi dan dicegat pertahanan udara menyebabkan kerusakan di Riyadh.

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan pecahan rudal merusak sebuah gedung, proyek konstruksi, dan kendaraan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Pada hari yang sama, koalisi juga mengumumkan telah mencegat empat pesawat nirawak dan tiga rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju wilayah Arab Saudi. Rangkaian pencegatan tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan keamanan terhadap wilayah kerajaan, meskipun informasi mengenai sasaran dan dampak setiap serangan masih terbatas.

Serangkaian insiden itu berlangsung di tengah konflik berkepanjangan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Arab Saudi memimpin koalisi militer melawan Houthi sejak Maret 2015, setelah kelompok tersebut merebut ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lain pada 2014.

Pencegatan rudal dan pesawat nirawak menjadi bagian penting dari upaya pertahanan Arab Saudi dalam menghadapi ancaman lintas perbatasan. Meski belum ada laporan korban jiwa dalam dua insiden yang disebutkan, kerusakan di Riyadh memperlihatkan bahwa pecahan senjata yang berhasil dicegat tetap dapat membahayakan bangunan dan kendaraan di wilayah terdampak.

Pemantauan terhadap ancaman berikutnya serta penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat menjadi penting untuk menjaga keselamatan warga di tengah berlanjutnya ketegangan antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *