Banjir Bandang di Mekkah Tewaskan Anak, Satu Korban Masih Hilang

Banjir bandang di Mekkah, Arab Saudi, menyebabkan seorang anak meninggal dunia, satu anak selamat, dan satu lainnya masih dicari di tengah ancaman cuaca ekstrem.

MEKKAH – Peringatan bahaya cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian setelah banjir bandang di Mekkah, Arab Saudi, menewaskan seorang anak dan menyebabkan satu anak lainnya hilang. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan seorang anak, sementara pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih berlangsung pada Selasa (20/10/2026).

Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menerima laporan mengenai tiga anak yang terseret arus banjir di Mekkah. Petugas kemudian melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan seluruh korban yang terdampak bencana tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi menyampaikan bahwa satu anak berhasil diselamatkan, satu anak ditemukan meninggal dunia, dan satu anak lainnya masih dalam pencarian. Informasi mengenai peristiwa tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (23/10/2026).

Menyikapi kejadian itu, Badan Pertahanan Sipil mengimbau warga, penduduk, dan pengunjung agar menjauhi lembah serta kawasan yang tergenang air ketika hujan turun. Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko terseret arus, terutama di wilayah yang rawan mengalami peningkatan debit air secara tiba-tiba.

Ancaman cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Arab Saudi sebelumnya telah diantisipasi melalui peringatan dari Pusat Meteorologi Nasional (National Center for Meteorology/NCM). Pada Minggu (18/10/2026), lembaga tersebut mengeluarkan peringatan merah untuk hujan lebat yang mencakup sebagian wilayah Jazan, Asir, Al-Baha, dan Mekkah.

Peringatan itu menyebutkan potensi badai petir dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut dapat memicu banjir bandang, hujan es, serta angin kencang yang berpotensi menerbangkan debu dan pasir.

Peristiwa di Mekkah menunjukkan besarnya risiko yang dapat ditimbulkan hujan lebat, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar lembah dan jalur aliran air. Kewaspadaan terhadap peringatan meteorologi, kepatuhan terhadap imbauan petugas, serta penghindaran kawasan rawan banjir menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat cuaca ekstrem. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *