Pemkab Sekadau menyalurkan 57.700 benih sawit unggul kepada 21 kelompok tani sambil mendorong penguatan ekonomi agar masyarakat mampu mempertahankan kepemilikan lahan.
SEKADAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau mengarahkan program bantuan benih kelapa sawit unggul tidak hanya untuk meningkatkan produksi perkebunan, tetapi juga menjaga aset tanah masyarakat lokal agar tidak beralih kepemilikan ketika kondisi ekonomi warga mengalami tekanan.
Arah kebijakan tersebut disampaikan Bupati Sekadau Aron saat meluncurkan dan menyerahkan bantuan 57.700 batang benih kelapa sawit pre-nursery program Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat (IP3K) di halaman Kantor Bupati Sekadau, Senin (05/10/2026).
“Jangan sampai ketika ekonomi sulit, masyarakat menjual tanahnya kepada pendatang, sehingga warga lokal kehilangan hak atas tanahnya di kampung sendiri,” tegasnya.
Aron menilai perkebunan kelapa sawit telah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Sekadau. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Sekadau berada di peringkat ketujuh di Kalimantan Barat dari sisi luas perkebunan sawit, peringkat kelima untuk produksi total, serta peringkat kedua untuk produksi sawit swadaya masyarakat.
“Kelapa sawit sudah menjadi primadona. Masyarakat melihat bahwa mereka yang memiliki lahan sawit 2–3 hektar hidupnya jauh lebih sejahtera dibandingkan yang lainnya,” ungkap Aron.
Menurut Aron, program IP3K yang dijalankan Pemkab Sekadau selama lima tahun sejak 2022 merupakan salah satu upaya memperkuat kemampuan masyarakat mengelola lahan produktif. Namun, bantuan tersebut bersifat stimulan karena alokasinya hanya satu hektare untuk setiap keluarga.
Karena itu, petani didorong mengembangkan lahan secara swadaya agar hasil perkebunan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga. Pemerintah daerah juga berharap peningkatan produktivitas tersebut dapat membuat masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang lebih kuat sehingga tidak mudah melepas kepemilikan tanah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sekadau, Sandae, mengatakan bantuan tahun anggaran 2026 berupa 57.700 batang benih premium series disalurkan kepada 21 kelompok tani yang tersebar di 18 desa dengan total luas lahan 422 hektare.
“Secara kumulatif hingga tahun 2026 ini, total bantuan benih IP3K telah mencakup luas 2.224 hektar yang diberikan kepada 132 kelompok tani,” ujar Sandae.
Sebagaimana diberitakan Madah sekadau, Senin, (05/10/2026), Sandae memastikan benih yang disalurkan berasal dari produsen resmi dan telah melalui sertifikasi serta pelabelan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (SBP) Provinsi Kalimantan Barat.
Benih berusia tiga hingga lima bulan tersebut selanjutnya harus dipindahkan petani ke polybag berukuran lebih besar dan dirawat hingga siap ditanam. Petani juga diminta menerapkan teknik budi daya yang baik agar bantuan yang diberikan dapat menghasilkan tanaman produktif.
Di sisi lain, Aron menyebut kondisi harga Tandan Buah Segar (TBS) sempat mengalami penurunan yang dikaitkan dengan musim kemarau dan kendala distribusi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Ia tetap optimistis harga dapat kembali membaik setelah kondisi cuaca dan jalur transportasi air kembali normal.
Pemkab Sekadau berencana melakukan evaluasi dan penyesuaian program untuk memastikan pengelolaan benih di tingkat petani semakin optimal dan penyalurannya tepat sasaran. Dengan penguatan produktivitas sekaligus kepemilikan lahan, program IP3K diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil perkebunan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani dan mempertahankan aset tanah masyarakat lokal. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan