Bocah 12 Tahun Tenggelam di Rimbawan, Ditemukan Setelah Enam Jam Pencarian

Seorang bocah berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia pada kedalaman sekitar 10 meter di danau yang diduga bekas galian tambang di Samarinda Utara setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama hampir enam jam.

SAMARINDA – Seorang anak berusia 12 tahun bernama Azzam ditemukan meninggal dunia di danau yang diduga merupakan bekas galian tambang di Jalan Rimbawan, Perumahan Talang Sari, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (13/10/2026). Korban ditemukan tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan pada kedalaman sekitar 10 meter setelah pencarian berlangsung hingga malam hari.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 13.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan ke lokasi untuk mencari korban yang dilaporkan tenggelam saat bermain bersama lima temannya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, Azzam diketahui tidak memiliki kemampuan berenang. Korban diduga tercebur ketika bermain di tepi danau, sementara teman-temannya tidak berhasil memberikan pertolongan.

“Informasi awal yang kami terima, korban sedang bermain di kawasan bekas tambang bersama rekan-rekannya. Kebetulan korban ini tidak bisa berenang,” ujar Aries kepada awak media.

Menurut Aries, teman-teman korban sempat berupaya menolong Azzam ketika mengalami kesulitan di air. Namun, mereka tidak dapat menjangkau korban hingga akhirnya Azzam menghilang dari permukaan danau.

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir kawasan perairan dan menyelam di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban terakhir terlihat.

Pada tahap awal, pencarian difokuskan pada radius sekitar 10 meter dari titik tersebut. Sejumlah personel SAR dilibatkan dalam penyisiran, termasuk dua penyelam dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pencarian berlangsung selama beberapa jam. Hingga pukul 18.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan sehingga petugas melanjutkan penyisiran dan penyelaman hingga malam hari.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 19.15 Wita. Tim SAR gabungan menemukan Azzam dalam keadaan meninggal dunia di kedalaman sekitar 10 meter.

“Pukul 19.15 Wita Alhamdulillah, korban ditemukan oleh unsur SAR gabungan yang ada di lapangan, radius ditemukan dikedalaman 10 meter, kemudian korban dibawa ke rumah duka dan kondisinya dalam keadaan meninggal dunia,” kata Aries.

Setelah dievakuasi dari danau, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang berlangsung sekitar lima jam 45 menit sejak laporan pertama diterima petugas.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, proses pencarian berlangsung tanpa kendala berarti. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban melalui penyisiran dan penyelaman di sekitar lokasi yang sebelumnya telah diidentifikasi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai bahaya aktivitas anak-anak di kawasan perairan terbuka, khususnya danau yang diduga terbentuk dari bekas aktivitas pertambangan. Pengawasan terhadap anak-anak serta kewaspadaan terhadap kondisi perairan yang dalam menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *