DPRD Kukar Evaluasi Fasilitas Pemadam Usai Kebakaran Hanguskan 75 Rumah

DPRD Kukar mendorong evaluasi akses jalan, sumber air, mobil tangki, dan hidran setelah kebakaran menghanguskan sekitar 75 rumah dan berdampak terhadap 62 KK di Tenggarong.

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Danau Aji hingga Jalan Pesut, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (05/10/2026) sore. Sedikitnya sekitar 75 rumah kayu dan bangunan dilaporkan terbakar serta berdampak terhadap sekitar 62 kepala keluarga (KK).

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat di tengah padatnya bangunan permukiman. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi dari rumah masing-masing.

Proses pemadaman berlangsung lebih dari empat jam. Petugas akhirnya berhasil menguasai kobaran api sekitar pukul 21.00 Wita.

Sehari setelah kebakaran, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Posko Kebakaran Kelambu Kuning, Selasa (06/10/2026).

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, peristiwa tersebut menjadi duka bersama sekaligus harus dijadikan bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kita harus betul-betul menjadikan dan mengevaluasi kejadian hari ini supaya ke depan tidak terulang lagi,” kata Ahmad Yani, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, kepadatan permukiman dan keterbatasan akses jalan menjadi persoalan yang perlu diperhatikan dalam upaya penanggulangan kebakaran. Kondisi tersebut dapat menyulitkan petugas pemadam menjangkau titik api ketika kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk.

Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya penyediaan sarana pendukung penanggulangan kebakaran, mulai dari sumber air atau sumur, fasilitas sosial, akses jalan yang memadai, mobil tangki, hingga hidran kering.

“Ke depan tidak boleh lagi ada celah bahwa fasilitas itu tidak ada, tidak sempat diadakan, dan seterusnya. Itu tidak boleh lagi,” tegasnya.

Ia mengatakan DPRD Kukar akan mengevaluasi ketersediaan infrastruktur pemadam kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Selain melakukan peninjauan, DPRD Kukar menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *