Israel meningkatkan status kesiagaan militernya karena dugaan rencana serangan Hamas menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023 dan pemilu parlemen 27 Oktober.
YERUSALEM – Pemerintah Israel meningkatkan kesiagaan militernya menjelang peringatan tiga tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2026. Peningkatan status siaga tersebut juga berlangsung di tengah kekhawatiran pemerintah Israel terhadap kemungkinan serangan menjelang pemilu parlemen pada akhir Oktober.
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Israel Katz mengatakan seluruh komponen militer Israel berada dalam status siaga tinggi. Langkah tersebut diambil setelah muncul informasi intelijen mengenai dugaan rencana Hamas melakukan serangan dan operasi terhadap pasukan Israel di Gaza.
Kantor Menhan menyatakan peningkatan kesiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan Hamas. Katz juga mengeluarkan peringatan keras terkait konsekuensi apabila pasukan Israel menjadi sasaran serangan.
“Jika, semoga Tuhan mencegah, pasukan kita terluka, pihak yang akan membayar dengan harga mahal adalah Hamas dan warga Gaza,” bunyi pernyataan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat konflik yang dipicu serangan Hamas dan faksi perlawanan Palestina lainnya pada 7 Oktober 2023 masih berlangsung. Sebagaimana diberitakan iNews, Rabu (07/10/2026), situasi keamanan kembali menjadi perhatian Israel karena dugaan ancaman muncul menjelang momentum politik penting di negara tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengisyaratkan adanya potensi serangan menjelang pemilu. Dalam rapat pemerintah pada 6 Oktober, Netanyahu mengatakan Hamas diduga berupaya melakukan serangan sebelum pemungutan suara.
“Kita siap untuk ini. Pertama dan yang utama, kita akan menggagalkan upaya tersebut, dan, dalam hal apa pun, kita akan membalas dengan kekuatan luar biasa,” kata Netanyahu.
Pemilu parlemen Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober. Netanyahu bersama partainya menghadapi persaingan ketat dengan kubu oposisi dalam kontestasi tersebut.
Hasil jajak pendapat yang disebut dalam laporan menunjukkan kubu Netanyahu berpotensi kehilangan satu hingga dua kursi di parlemen. Kondisi itu membuat isu keamanan kembali menjadi salah satu perhatian menjelang pemungutan suara.
Peningkatan kesiagaan militer dan pernyataan keras pemerintah Israel menambah ketegangan menjelang tiga tahun serangan 7 Oktober 2023 sekaligus memasuki periode politik yang menentukan bagi pemerintahan Netanyahu. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan