Kesehatan dan Lingkungan Jadi Fokus Lintas Sektor Sebatik Utara

Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara memetakan persoalan kesehatan, lingkungan, sosial, dan pelayanan dasar sebagai pijakan memperkuat kolaborasi lintas sektor di wilayah perbatasan.

NUNUKAN – Persoalan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan Sebatik Utara mulai dipetakan secara lintas sektor dengan menjadikan kondisi kesehatan, lingkungan, kemiskinan, pendidikan, hingga sarana prasarana sebagai dasar penentuan program pelayanan dasar. Langkah tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor di Aula Pertemuan Garuda Perkasa Lantai II Kantor Camat Sebatik Utara, Selasa (06/10/2026).

Forum yang dimulai pukul 08.30 WITA itu mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, aparat keamanan, lembaga pelayanan publik, pendamping masyarakat, kader, serta sejumlah instansi terkait. Pertemuan diarahkan untuk mengevaluasi program, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus menyusun tindak lanjut secara bersama.

Kepala Puskesmas Sebatik Utara Muhammad Akbar mengatakan pemetaan kondisi wilayah menjadi bagian penting sebelum program kesehatan dijalankan. Selama sekitar lima bulan bertugas, ia mengumpulkan dan mempelajari berbagai data yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga faktor lain yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

“Dalam lima bulan ini, saya banyak mempelajari analisa situasi terkait dengan permasalahan yang terjadi di Kecamatan Sebatik Utara. Saya tidak mungkin bisa bergerak ketika tidak mengetahui kondisi internal, khususnya terkait bidang kesehatan,” ujarnya.

Data yang menjadi perhatian antara lain kondisi kesehatan masyarakat, lingkungan, timbulan sampah, angka harapan sekolah, kemiskinan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Seluruh indikator tersebut kemudian dikaitkan untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh.

“Dari semua data yang dikumpulkan, kita menarik garis lurus bahwa akhirnya adalah bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kita semua mempunyai amanah untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan, khususnya di Kecamatan Sebatik Utara,” jelas Muhammad Akbar.

Pendekatan lintas sektor itu juga diarahkan untuk menjawab sejumlah persoalan kesehatan yang dinilai membutuhkan keterlibatan masyarakat dan instansi di luar sektor kesehatan. Salah satunya perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), terutama bagi kelompok lanjut usia yang belum seluruhnya terjangkau layanan.

Selain itu, kondisi lingkungan turut menjadi perhatian karena pembakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan kabut asap atau jerebu yang berdampak terhadap kesehatan. Puskesmas mendorong upaya pencegahan bersama agar faktor lingkungan yang berisiko terhadap kesehatan dapat ditekan.

Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi isu yang dibahas. Pencegahan diarahkan melalui pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mengenali serta menghilangkan faktor risiko di lingkungan masing-masing.

“Yang pertama harus kita lakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk. Bagaimana kita mengenali lingkungan dan segala hal yang menjadi faktor risiko, itu yang perlu menjadi pembahasan sebagai langkah awal dalam pelaksanaan,” katanya.

Camat Sebatik Utara Andi Calo menilai karakter wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat pelayanan dasar membutuhkan koordinasi lebih luas. Menurut dia, tantangan yang dihadapi tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga pelayanan publik dan stabilitas sosial.

“Sebagai wilayah yang berada di garda terdepan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kecamatan Sebatik Utara menghadapi tantangan yang unik, baik di sektor kesehatan, pelayanan publik, maupun stabilitas sosial,” ujar Andi Calo.

Karena itu, forum lintas sektor dinilai menjadi ruang untuk menyatukan program dan menghindari penanganan persoalan secara parsial. Sejumlah agenda seperti percepatan penurunan stunting, peningkatan pelayanan Puskesmas, pencegahan penyakit menular, serta penataan lingkungan membutuhkan dukungan pemerintah desa, aparat, kader, dan unsur masyarakat.

“Isu kesehatan masyarakat, seperti percepatan penurunan stunting, pelayanan Puskesmas, pencegahan penyakit menular, serta penataan lingkungan hidup, tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Peran aktif dari para Kepala Desa, tokoh masyarakat, unsur TNI/Polri, hingga kader di lapangan sangat menentukan keberhasilan program-program tersebut,” jelasnya.

Andi berharap hasil pertemuan tidak berhenti sebagai agenda koordinasi rutin, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan. Penguatan komunikasi antarinstansi dinilai penting agar persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

“Saya berharap rapat hari ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menghasilkan komitmen bersama dan solusi konkret atas tantangan yang kita hadapi di lapangan. Mari kita tingkatkan sinergi dan komunikasi antarinstansi agar pelayanan kepada masyarakat Sebatik Utara semakin optimal,” tegasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Camat Sebatik Utara beserta jajaran, perwakilan Komando Rayon Militer (Koramil) Sebatik, perwakilan Kepolisian Sektor (Polsek) Sebatik Timur, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sebatik, perwakilan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sebatik Utara, perwakilan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, Kepala Satuan Kerja Perangkat Terpadu (SKPT) Sebatik, Kepala Puskesmas Sebatik Utara, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Turut hadir para kepala desa se-Kecamatan Sebatik Utara, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), pendamping sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sebatik Utara, penanggung jawab klaster Puskesmas, kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Utara.

Andi kemudian membuka secara resmi Rapat Lintas Sektor dan meminta seluruh peserta aktif menyampaikan masukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Rapat Lintas Sektor di Ruang Perbatasan Kantor Camat Sebatik Utara secara resmi saya buka. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan kelancaran bagi setiap ikhtiar kita,” ucapnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan pelayanan dasar yang lebih terpadu dan tepat sasaran. Dengan pemetaan persoalan kesehatan, lingkungan, sosial, dan infrastruktur secara bersama, pemerintah kecamatan menargetkan tindak lanjut program dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *