Kongres XX PDHI di IKN mempertemukan dokter hewan dan pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan zoonosis, penyelamatan satwa, serta penerapan pendekatan One Health dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
NUSANTARA – Risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia akibat perubahan lingkungan, termasuk kebakaran hutan yang memicu perpindahan satwa dari habitatnya, menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembahasan tersebut menekankan pentingnya penguatan kesehatan hewan, perlindungan satwa, dan pencegahan penyakit untuk mendukung pembangunan Nusantara yang memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Kongres yang mengusung tema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” itu dibuka di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan dokter hewan dari berbagai daerah di Indonesia bersama pemerintah dan pemangku kepentingan bidang veteriner untuk membahas kontribusi profesi dokter hewan terhadap kesehatan masyarakat, keamanan pangan, serta perlindungan lingkungan.
Selain pembukaan kongres, rangkaian kegiatan di KIPP Nusantara juga diisi dengan sosialisasi penyakit zoonosis dan penyelamatan satwa atau animal rescue. Sosialisasi tersebut membahas risiko penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia, termasuk potensi peningkatan interaksi lintas spesies ketika satwa liar berpindah dari habitatnya akibat kebakaran hutan.
Pembahasan mitigasi risiko zoonosis menekankan penerapan pendekatan One Health, yaitu konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit.
Melalui pendekatan tersebut, penanganan risiko kesehatan tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga mempertimbangkan kondisi satwa, hewan peliharaan, dan lingkungan yang menjadi bagian dari ekosistem.
Peserta juga mendapat pemaparan mengenai pentingnya surveilans atau pemantauan penyakit, penilaian risiko bersama, komunikasi risiko kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi penularan penyakit. Sementara itu, materi animal rescue membahas penanganan dan penyelamatan satwa maupun hewan peliharaan yang menghadapi situasi berbahaya, termasuk ketika terjadi kebakaran hutan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut penyelenggaraan Kongres XX PDHI di Nusantara. Ia menilai kehadiran organisasi profesi dokter hewan memiliki arti penting bagi pembangunan kawasan, terutama dalam penguatan kesehatan hewan dan perlindungan lingkungan.
Basuki juga menyinggung potensi kontribusi sektor peternakan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar IKN, termasuk penanganan masalah kekurangan gizi.
“Selamat datang di Nusantara, saya menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Ketum dan Ibu Nurhadi tadi, bahwa salah satu peran strategis dokter hewan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan kesehatan hewan. Saya sekaligus bercerita, saya sendiri punya ayam, kenapa saya pelihara, karena saya ingin kalau sudah berhasil bisa diberikan ke desa-desa di Sepaku untuk menangani kasus stunting,” ulas Basuki.
Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian terhadap keterkaitan antara kesehatan hewan, produksi pangan, dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, turut mengapresiasi pelaksanaan kongres tersebut.
Menurutnya, Kongres XX PDHI tidak hanya menjadi kegiatan organisasi, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan profesi dokter hewan dan memperkuat kontribusinya dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan hewan maupun masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar PDHI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Otorita IKN yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kongres ini. Kongres ke 20 PDHI merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia,” ujar Nuryani.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) PDHI, Munawaroh, menyampaikan apresiasi kepada Otorita IKN atas dukungan terhadap penyelenggaraan kongres di Nusantara.
Ia juga mengajak seluruh delegasi untuk melihat perkembangan pembangunan IKN secara langsung serta menyampaikan informasi mengenai kondisi kawasan tersebut berdasarkan fakta yang mereka temui.
“Atas nama PDHI, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN sehingga acara kongres ini dapat terselenggara di IKN. Dan semuanya telah melihat perkembangan pembangunan IKN, serta seperti apa pesan Pak Bas tadi, beritakan lah apa yang benar tentang IKN,” ujar Munawaroh.
Penyelenggaraan kongres di IKN sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara organisasi profesi dokter hewan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan yang memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan.
Melalui pembahasan zoonosis, penyelamatan satwa, dan penguatan peran profesi dokter hewan, Kongres XX PDHI diharapkan dapat mendorong peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko penyakit serta memperkuat upaya perlindungan ekosistem.
Sinergi antara pemerintah dan tenaga profesional di bidang kesehatan hewan tersebut diharapkan menjadi salah satu dukungan bagi pembangunan IKN yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan kelestarian lingkungan di kawasan Nusantara. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan