Bantuan Air Bersih Kalteng Menyebar, Total Capai 2,9 Juta Liter

Pemprov Kalteng telah menyalurkan 2.901.950 liter air bersih secara kumulatif ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, dengan distribusi terbaru mencapai 86.200 liter.

PALANGKA RAYA – Penyaluran bantuan air bersih di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperluas seiring meluasnya kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Hingga Selasa (22/09/2026), akumulasi distribusi air bersih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah mencapai 2.901.950 liter.

Dalam penyaluran terbaru, Pemprov Kalteng kembali mendistribusikan 86.200 liter air bersih ke enam wilayah, yakni Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kota Palangka Raya, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Sebaran bantuan tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih masih terjadi di sejumlah daerah. Distribusi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, sementara pemantauan lapangan terus dilakukan bersama pihak terkait, sebagaimana diberitakan Mmckalteng, Selasa (22/09/2026).

Di Bartim, bantuan disalurkan ke Desa Rodok sebanyak 5.000 liter, Desa Tampa 5.000 liter, Desa Wuran 4.000 liter, Dusun Bantai Karau 3.600 liter, serta Desa Bararawa sebanyak 5.000 liter.

Sementara itu, Gumas menerima pasokan sebanyak 8.000 liter untuk Desa Teluk Lawah. Di Kota Palangka Raya, sebanyak 8.800 liter air bersih disalurkan ke wilayah Sei Gohong.

Distribusi dengan volume terbesar pada penyaluran terbaru berada di Kabupaten Lamandau. Sebanyak 20.000 liter air bersih dikirim ke Desa Tri Tunggal, Kecamatan Sematu Jaya, untuk memenuhi kebutuhan 96 kepala keluarga (KK).

Di Kotim, bantuan tersebar di lima desa, yakni Desa Jaya Karet sebanyak 4.400 liter, Desa Basirih Hulu 2.200 liter, Desa Regei Lestari 4.400 liter, Desa Lempuyang 6.600 liter, dan Desa Telaga Biru sebanyak 4.400 liter.

Adapun di Kobar, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Palih Baru dengan volume 4.800 liter.

Pemprov Kalteng menyatakan distribusi masih akan dilakukan secara bertahap berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Data yang tercatat hingga 22 September 2026 juga masih bersifat sementara karena suplai air bersih dan laporan dari sejumlah wilayah masih terus berjalan.

Dengan kondisi tersebut, penyaluran air bersih tidak hanya menjadi respons terhadap kebutuhan masyarakat selama kemarau, tetapi juga bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Pembaruan data distribusi akan dilakukan seiring masuknya laporan dari daerah dan pelaksanaan bantuan berikutnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *