Pemkab HSU Fokus Lindungi Anak dari Stunting hingga Dampak Teknologi

Pemkab Hulu Sungai Utara memperkuat komitmen pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pencegahan stunting, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta pendampingan menghadapi tantangan era digital.

HULU SUNGAI UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) mendorong pemenuhan hak anak tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pemenuhan gizi, perlindungan dari kekerasan dan perundungan, serta pendampingan menghadapi dampak negatif teknologi. Komitmen itu ditegaskan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Gedung Abdul Wahid, Amuntai, Selasa (06/10/2026).

Bupati HSU Sahrujani mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan HSU Bangkit yang berkeadilan, unggul, dan kreatif. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk aspek kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan pembentukan karakter.

“Mewujudkan HSU Bangkit — Hulu Sungai Utara Berkeadilan, Unggul, dan Kreatif — tak hanya lewat pembangunan fisik, tetapi terutama pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini,” ujarnya.

Salah satu perhatian utama Pemkab HSU adalah pemenuhan kebutuhan gizi dan pencegahan stunting. Pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan anak dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan, perundungan, serta berbagai dampak negatif perkembangan teknologi.

Selain perlindungan, anak didorong memperoleh ruang yang cukup untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan prestasi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kesehatan dan pendidikan, tetapi juga membentuk anak yang memiliki kemampuan serta karakter yang kuat.

Peringatan HAN tersebut diikuti ratusan anak dari berbagai satuan pendidikan di HSU. Kegiatan mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan diisi karnaval, Senam Anak Indonesia Hebat, tarian daerah, seni musik, serta berbagai pertunjukan kreativitas anak.

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) HSU Hero Setiawan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) HSU Murniati Sahrujani, Wakil Ketua TP PKK Mayang Melanie Hero Setiawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), guru, wali murid, dan pelajar.

Sahrujani berharap status Kabupaten Layak Anak benar-benar diwujudkan melalui kondisi nyata di masyarakat. Lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak diharapkan tersedia hingga tingkat desa dan kecamatan, bukan sekadar menjadi predikat administratif.

Ia juga mengajak orang tua dan pendidik menjadi teladan sekaligus memberikan pendampingan yang konsisten. Di tengah perkembangan teknologi, perhatian keluarga, bimbingan moral, dan nilai keagamaan dinilai menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kolaborasi juga didorong melibatkan seluruh unsur pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat. Pemenuhan gizi, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan anak dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar kebijakan ramah anak dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Kepada anak-anak, Bupati HSU menyampaikan pesan agar mereka terus mengembangkan diri sekaligus menjaga hubungan dengan orang tua dan guru.

“Teruslah rajin belajar, hormati orang tua dan guru, serta jaga akhlak yang baik. Kalian adalah harapan dan masa depan HSU yang akan meneruskan pembangunan daerah.”

Penguatan perlindungan dan pemenuhan hak anak diharapkan menjadi bagian berkelanjutan dari pembangunan HSU. Dengan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung kreativitas, pemerintah daerah menargetkan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *