Pemkab Seruyan rutin menggelar pembinaan rohani bagi ASN lintas agama sebagai upaya memperkuat mental, integritas, kebersamaan, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
SERUYAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menjadikan pembinaan mental dan spiritual aparatur sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas pengabdian kepada masyarakat. Melalui siraman rohani yang digelar rutin setiap bulan, Aparatur Sipil Negara (ASN) didorong tidak hanya meningkatkan keimanan, tetapi juga menjaga motivasi, kebersamaan, dan semangat dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di dua tempat secara bersamaan, yakni Masjid Fathul Jannah bagi ASN beragama Islam dan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Imanuel bagi ASN beragama Kristen, Senin (05/10/2026). Wakil Bupati (Wabup) Seruyan Supian turut menghadiri kegiatan tersebut.
Siraman rohani bagi ASN muslim menghadirkan Abdurrahman sebagai penceramah, sedangkan pembinaan rohani bagi ASN Kristen menghadirkan Trimayarni. Pemisahan lokasi berdasarkan agama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Seruyan memberikan ruang pembinaan spiritual kepada aparatur sesuai keyakinan masing-masing.
Supian menilai kegiatan rutin tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menambah pengetahuan keagamaan. Menurutnya, pertemuan antaraparat dalam suasana pembinaan juga dapat memperkuat komunikasi dan hubungan persaudaraan di lingkungan pemerintahan.
“Alhamdulillah kita semua bisa hadir pada kegiatan ini. Kegiatan ini rutin diadakan dan manfaatnya luar biasa. Yang pertama, tentu menambah silaturahmi kita. Dalam konsep agama, silaturahmi memiliki banyak manfaat, di antaranya insyaallah umur menjadi berkah, rezeki dilapangkan, dosa-dosa diampuni, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara kita,” ujarnya.
Selain memperkuat hubungan antaraparat, Supian berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi ASN dalam menjalani kehidupan sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
“Di samping silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi jalan bagi kita untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Karena dalam kegiatan ini kita menghadirkan penceramah yang memberikan tausiah dan ilmu kepada kita. Mudah-mudahan ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dalam menjalani hidup dan kehidupan,” katanya.
Supian juga mengingatkan bahwa keimanan membutuhkan upaya untuk terus dipelihara. Ia menilai kegiatan keagamaan secara rutin dapat menjadi ruang refleksi bagi ASN agar tetap memiliki landasan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas.
“Al-imanu yazid wa yankus, iman itu kadang naik dan kadang turun. Mudah-mudahan dengan kita menghadiri kegiatan seperti ini, iman kita yang mungkin goyah atau tidak stabil dapat menjadi stabil kembali. Yang sudah turun, insyaallah bisa naik kembali,” tuturnya.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi turut tercermin dalam perilaku ASN ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Supian, ketakwaan, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia pun meminta ASN tetap konsisten mengikuti kegiatan yang dilaksanakan satu bulan sekali tersebut. Konsistensi itu diharapkan mampu menjaga semangat kerja sekaligus memperkuat hubungan antarpegawai di lingkungan Pemkab Seruyan.
“Besar harapan saya kegiatan ini bisa terus dihadiri, apalagi kegiatannya hanya satu bulan sekali. Mudah-mudahan silaturahmi yang terjalin dapat menambah komunikasi dan memotivasi semangat kerja kita, sehingga kita bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” pungkasnya, sebagaimana diberitakan Pemerintah Kabupaten Seruyan, Senin, (05/10/2026).
Dengan pembinaan mental dan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemkab Seruyan berharap ASN memiliki integritas, motivasi, dan semangat pengabdian yang semakin kuat. Nilai-nilai tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Seruyan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan