Pemkot Bontang Gandeng Industri Bangun Generasi Sehat

Program Aksi Bergizi Pemkot Bontang dan PT KPI mendorong pelajar membangun kebiasaan sehat melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pencegahan perilaku berisiko.

BONTANG – Kebiasaan hidup sehat pelajar menjadi sasaran utama program Aksi Bergizi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama PT Kaltim Parna Industri (KPI). Program tersebut diarahkan untuk membentuk pola hidup sehat sejak remaja melalui edukasi gizi, aktivitas fisik, serta pencegahan perilaku berisiko.

Kegiatan bertema “Sehat Tubuhku, Sehat Mentalku, Terjaga Diriku” itu berlangsung di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long, Bontang, Rabu (07/10/2026) pagi. Program tersebut menyasar pelajar dengan penekanan pada kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang ditekankan mencakup pentingnya sarapan dengan gizi seimbang, menjaga aktivitas fisik, menghindari rokok, serta menjauhi perilaku berisiko tinggi. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh pelajar.

Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Lukman, membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Gas Kolak Pisang dari KPI yang diarahkan pada peningkatan kesehatan remaja.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Lukman menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak usia sekolah merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Pelajar didorong tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai memperhatikan kondisi fisik maupun mental.

“Apa yang kalian makan hari ini, bagaimana menjaga tubuh, serta mengelola pikiran akan sangat menentukan kualitas diri di masa depan,” tegasnya mengingatkan para peserta.

Menurut Lukman, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Sekolah tidak hanya dituntut menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga perlu menciptakan ruang yang sehat, aman, dan nyaman bagi pertumbuhan siswa.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, antara lain Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jamila Suyuthi, Manager Human Resources Department (HRD) PT KPI Faisal Fahmi, serta perwakilan Dinas Kesehatan, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pihak sekolah, sebagaimana diberitakan PPID Setda, Rabu (07/10/2026).

Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan remaja. Pendekatan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelajar dalam menerapkan pola hidup sehat.

Pemkot Bontang berharap Aksi Bergizi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kebiasaan sarapan bergizi, aktif bergerak, menjaga kesehatan mental, serta menjauhi rokok dan perilaku berisiko diharapkan dapat terus diterapkan sehingga terbentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu menjaga kualitas dirinya sejak dini. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *