Pemkot Bontang Perketat Aturan CFN, Sampah hingga Parkir Jadi Sorotan

Pemkot Bontang memperketat pengelolaan CFN melalui pembatasan jam berdagang, penataan sampah dan parkir, pengaturan lalu lintas, serta penguatan layanan kesehatan dan keamanan.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperketat pengelolaan Car Free Night (CFN) untuk menjaga ketertiban kawasan sekaligus mempertahankan ruang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu aturan yang mulai ditegaskan ialah batas aktivitas perdagangan hingga pukul 23.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), disertai kewajiban pedagang menjaga kebersihan area lapaknya.

Pengaturan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan CFN dan Rencana Aksi Optimalisasi di Ruang Command Center Komando Distrik Militer (Kodim) 0908/Bontang, Rabu (07/10/2026).

Pembatasan jam operasional pedagang diterapkan untuk memberikan kepastian waktu bagi petugas melakukan pembersihan kawasan setelah kegiatan berakhir. Pemerintah juga menempatkan kebersihan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan izin berdagang pada pelaksanaan CFN berikutnya.

Persoalan sampah yang sebelumnya berpotensi menumpuk dan terbawa angin akibat keterbatasan tempat sampah turut menjadi perhatian. Pemkot Bontang menyiapkan tambahan petugas kebersihan yang akan langsung bekerja setelah kegiatan selesai agar kawasan dapat kembali bersih pada malam yang sama.

Selain kebersihan, pengaturan lalu lintas dan parkir menjadi bagian dari evaluasi. Tim lapangan mempertimbangkan penerapan sistem satu arah apabila diperlukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi CFN.

Dukungan fasilitas parkir juga diperkuat melalui koordinasi kelurahan dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai kantong parkir antara lain kawasan Bank Kaltimtara, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Sekolah Dasar (SD) 002.

Aspek keselamatan pengunjung turut mendapat perhatian melalui penyiagaan ambulans dan posko kesehatan oleh Dinas Kesehatan. Unit pemadam kebakaran juga ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan arah Ramayana dan BRI.

Rapat tersebut dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0908/Bontang Ardiansyah dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono yang mewakili Wali Kota Bontang. Pertemuan itu juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), camat, dan lurah, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Rabu (07/10/2026).

Sony mengatakan Pemkot Bontang tetap berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif. Evaluasi CFN tidak diarahkan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan memastikan kegiatan berlangsung tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengembangan CFN ke depan juga diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan. Kegiatan olahraga, pariwisata, dan keagamaan berpeluang dipadukan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas umum sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru.

Rangkaian CFN direncanakan berlangsung hingga minggu keempat. Pada minggu kelima, tepatnya dalam momentum transisi 31 Oktober menuju 1 November, kawasan depan Kodim 0908/Bontang akan digunakan untuk kegiatan Bontang Bershalawat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan HUT Kota Bontang.

Pemkot Bontang juga melihat pengembangan kawasan berbasis komunitas sebagai peluang untuk memperkuat sektor pariwisata. Penataan tersebut mengacu pada pengalaman Kayutangan Heritage di Malang yang dinilai mampu mengembangkan kawasan permukiman menjadi tujuan wisata melalui pengelolaan yang tertata, bersih, dan konsisten.

Melalui pembenahan kebersihan, parkir, lalu lintas, kesehatan, keamanan, serta pengaturan aktivitas pedagang, pelaksanaan CFN diharapkan tidak hanya menciptakan ruang publik yang nyaman, tetapi juga memberi manfaat ekonomi berkelanjutan. Evaluasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan publik yang tertib sekaligus memperkuat citra Bontang sebagai kota yang produktif dan ramah bagi masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *