Diarpus Kukar mengoperasikan perpustakaan keliling untuk menjangkau 48 titik layanan, termasuk sekolah dan kawasan hulu yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) menyediakan layanan perpustakaan keliling untuk memperluas akses bacaan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sulit menjangkau fasilitas perpustakaan. Saat ini, layanan tersebut menjangkau 48 titik di berbagai kecamatan dengan menggunakan mobil dan sepeda motor keliling.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Perpustakaan Diarpus Kukar, Nur Azizah Abdul Bahri, mengatakan perpustakaan keliling menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, khususnya di kawasan hulu yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perpustakaan.
“Di hulu itu mereka punya keinginan, tetapi tidak ada akses seperti itu. Kalau kami ke Tabang, anak-anak itu luar biasa. Sambutannya bahkan luar biasa kepada setiap orang,” kata Azizah saat ditemui di Kantor Diarpus Kukar, Tenggarong, Senin (05/10/2026).
Menurut Azizah, layanan perpustakaan keliling telah lama dijalankan dengan menyasar lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Selain menggunakan mobil, Diarpus Kukar juga memiliki sepeda motor keliling untuk menjangkau kawasan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pelaksanaan layanan tersebut disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar. Saat ini, perpustakaan keliling menjangkau 48 titik layanan yang tersebar di berbagai kecamatan di Kukar.
Setiap titik layanan dapat mencakup sejumlah lokasi, termasuk sekolah. Dalam satu kecamatan, petugas perpustakaan keliling dapat mendatangi hingga tiga sekolah untuk memberikan akses bacaan kepada pelajar.
Namun, belum seluruh armada yang dimiliki Diarpus Kukar dapat dioperasikan. Azizah menyebut saat ini hanya dua armada yang berfungsi dan digunakan untuk menjangkau berbagai lokasi pelayanan.
Selain memperluas jangkauan layanan, Diarpus Kukar juga memperbarui koleksi buku yang dibawa dalam perpustakaan keliling. Koleksi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak dan pelajar, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat umum.
“Koleksinya terbaru semua. Tidak hanya anak-anak, tetapi ada juga untuk ibu-ibu, petani, UMKM, perikanan, dan perkebunan,” ujarnya.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu kelompok sasaran layanan tersebut bersama petani, pelaku perikanan, perkebunan, serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan bahan bacaan sesuai bidang kegiatan mereka.
Melalui perpustakaan keliling, Diarpus Kukar berupaya memperkecil kesenjangan akses terhadap bahan bacaan antara masyarakat yang tinggal di pusat perkotaan dan wilayah yang jauh dari fasilitas perpustakaan. Layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses literasi masyarakat hingga ke kawasan hulu Kukar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan