Breaking News
Home / Kalimantan Utara / Bulungan / Saatnya Bulungan Punya Hotel Bintang Lima

Saatnya Bulungan Punya Hotel Bintang Lima

 

Sekelas ibu kota provinsi, masak Tanjung Selor tak punya hotel berbintang lima?! Tenang, tak lama lagi akan berdiri kok. KPP yang akan mewujudkannya.

Hendry Lesmana (2 kiri) dan Juanda Lesmana (3 kiri) meletakkan batu pertama bersama Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (3 kanan) saat peletakan batu pertama Hotel Bumi Kayan.

Hendry Lesmana (2 kiri) dan Juanda Lesmana (3 kiri) meletakkan batu pertama bersama Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (3 kanan) saat peletakan batu pertama Hotel Bumi Kayan.

BULUNGAN –  Juanda Lesmana, owner Kayan Patria Pratama (KPP) Group, grup perusahaan terbesar di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang bergerak di bidang industri kayu, perkebunan kelapa sawit, kontraktor umum dan perhotelan berniat membangun sebuah hotel bintang lima di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara.

Niat itu diwujudkan dengan ground breaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan hotel, Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor Hilir, yang diberinama Hotel Bumi Kayan ini, Sabtu (18/4). Meski di tengah terik mata hari, acara peletakan batu pertama berlangsung lancar, para undangan pun tak surut untuk datang.

Hotel yang bakal menjadi kompetitor Hotel Tarakan Plaza di Tarakan ini digadang memiliki fasilitas sangat lengkap. Di antaranya memiliki pusat kebugaran, kolam renang, dua restoran berkelas internasional, dan ballroom dengan kapasitas 1.000 orang.

Karena itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie yang hadir di acara itu, sangat mengapresiasi pembangunan hotel ini. Bahkan dikatakannya, berdirinya Hotel Bumi Kayan dapat membantu pergerakan ekonomi di Kaltara ke depannya.

“Setiap warga Kaltara punya kewajiban sama, memajukan Kaltara. Pembangunan hotel ini pun bisa menjadikan Kaltara sebagai provinsi baru yang berkembang dan maju,” ujarnya.

Tak hanya itu, pria yang akan mengakhiri masa jabatannya Rabu (22/4) ini mengatakan, jika Hotel Bumi Kayan bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan Kaltara. “Saya yakin dan optimistis,” katanya.

“Langkah Pak Juanda dan Pak Hendri sebagai putra asli Kaltara sudah tepat. Kita semua warga Kaltara harus bergerak maju. Wariskan kesejahteraan bukan dalam retorika dan pidato saja, tapi kerja nyata seperti ini,” sebutnya.

Selain Irianto yang hadir dan memberikan sambutan, pada acara kemarin hadir pula Bupati Bulungan Budiman Arifin, Ketua DPRD Kaltara Marthen Sablon, Ketua DPRD Bulungan Syarwani, dan beberapa tokoh Kaltara.

Sementara itu, Hendry Lesmana, putra Juanda Lesmana yang bakal dipercaya ayahnya mengelola Hotel Bumi Kayan, mengatakan acara peletakan batu pertama ini merupakan wujud langkah awal dari KPP Group, untuk menginvestasikan kembali keuntungan yang didapat dari gabungan seluruh anak perusahaan.

“Dari bidang pertambangan, perkayuan, dan perkapalan. Itu kami gunakan untuk memulai pembangunan hotel yang berstandar internasional,” ujarnya sekaligus mewakili ayahnya, Juanda Lesmana.

Lebih lanjut dikatakannya, investasi pembangunan hotel juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah pada umumnya. Khususnya membantu perputaran roda ekonomi Bulungan.

Sebab diketahui, Juanda Lesmana adalah putra asli Bumi Tenguyun – sebutan Kabupaten Bulungan. Karena itu, pembangunan Hotel Bumi Kayan bukan semata-mata untuk profit, tetapi murni karena kecintaannya terhadap kampung halaman.

Karena itu, pembangunan Hotel Bumi Kayan juga dilaksanakan untuk mewujudkan salah satu komitmen KPP Group, yakni menjadi sumber penciptaan lapangan kerja yang bermutu bagi warga Indonesia. Khususnya di Bulungan ataupun Kaltara, dengan tujuan meningkatkan harkat dan kesejahteraannya.

“Nantinya kegiatan pembangunan gedung modern setinggi 11 lantai ini tentu akan menyerap banyak tenaga kerja lokal dari Bulungan. Tujuannya jelas untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Bulungan maupun Kalimantan Utara,” ujar Hendry.

Ke depannya, lanjutnya, juga bisa menjadikan Tanjung Selor dikenal di luar negeri sebagai kota tujuan bisnis oleh pengusaha dari mancanegara, untuk menanamkan modalnya di provinsi ini.

“Dengan ini, kami pun berharap Bulungan tak lagi disebut sebagai kabupaten yang sulit dijangkau. Melainkan menjadi kabupaten yang perlu dikunjungi karena potensinya,” ujar Hendry.

Selain peletakan batu pertama, acara lainnya dengan menggelar hiburan dengan mendatangkan artis dari Ibu Kota. Tak hanya itu, kemarin juga ada pemberian bantuan kepada perwakilan kelima tokoh agama di Kaltara, dan kepada masyarakat di sekitar Hotel Bumi Kayan.

Diketahui, selain membangun hotel, sebelumnya KPP Group juga membangun sekolah, yaitu SMK Tridaya Pratama jurusan perkebunan, berada di Desa Binai, Tanjung Palas Timur, Bulungan. Sekolah tersebut akan rampung pada Juli 2015.

Gedung sekolah yang dibangun memiliki standar modern dan terpadu, sehingga bisa menciptakan kenyamanan dan keamanan para siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.

Sekolah yang dibangun ini diharapkan mampu mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang produktif, kompetitif, inovatif, visioner serta berakhlak mulia.

Sedangkan untuk kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon karet yang dilaksanakan oleh KPP Group di daerah Sajau, Kalimantan Utara, dan Sangkulirang, Kalimantan Timur, dilandasi kesadaran KPP Group untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, serta perbaikan lingkungan.

“Cita-cita KPP Group adalah seluruh hutan HPH yang dikelola, dapat terpelihara dengan baik. Serta lahan HTI (hutan tanaman industri) dan kebun ditumbuhi pepohonan karet, sehingga dapat mencegah banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Sementara Juanda Lesmana menyebutkan, pembangunan hotel yang dinamai Hotel Bumi Kayan ini adalah yang kali ketiga setelah pembangunan Hotel Tarakan Plaza sekitar tahun 1980 dan Hotel Bumi Segah di Tanjung Redeb sekitar tahun 2000-an.

“Ini hotel yang ketiga. Pembangunan hotel di Tanjung Selor tidak lain adalah keinginan untuk memajukan daerah kelahiran saya,” sebut Juanda Lesmana.

Hotel dengan view menghadap Sungai Kayan ini akan dibangun sebanyak 11 lantai dengan jumlah kamar sebanyak 120 kamar (1 kamar president suite) dan gedung convention hall yang didesain terpisah dengan bangunan hotel. Di dalam convention hall juga disediakan ballroom yang mampu menampung undangan hingga 1.000 orang. “Meski terpisah, namun tetap terkoneksi. Inilah keunikannya,” sebutnya.

Tak hanya itu, hotel bintang lima Bumi Kayan juga dilengkapi fasilitas seperti dua buah restauran bertaraf internasional, business centre, coffee shop, dan lobby launch, ruang meeting dengan fasilitas lengkap berteknologi mutakhir.

Selain fasilitas bisnis, hotel ini pun akan tersedia fasilitas hiburan dan olahraga seperti swimming pool, ruang fitness, spa dan berbagai fasilitas lainnya yang akan memanjakan para tamu.

“Jadi memang pembangunan ini merupakan wujud langkah awal dari KPP Group untuk menginvestasikan kembali keuntungan yang didapat dari gabungan seluruh anak perusahaan, dari bidang pertambangan, perkayuan dan perkapalan, untuk memulai pembangunan hotel yang berstandar internasional,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan hotel megah bintang lima ini akan memakan waktu pengerjaan selama dua tahun ke depan dengan total investasi sebesar Rp 150 miliar. Investasi besar inipula diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah, khususnya membantu perputaran roda ekonomi Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi.

Implikasi lainnya, pembangunan hotel bertaraf internasional mampu memberi multiplayer effect pula, khususnya dalam hal promosi daerah. Kota Tanjung Selor sebut Juanda akan lebih dikenal di luar negeri sebagai kota tujuan bisnis oleh pengusaha dari mancanegara untuk menanamkan modalnya di provinsi ini. [] M. Noor Amat, Irwanto

11,777 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

About Irwanto Sianturi

Irwanto Sianturi

2 comments

  1. Avatar

    Mantap.. !!
    Maju terus KPP untuk Indonesia.

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa