Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Taman Jadi Sarang Waria

Taman Jadi Sarang Waria

 
taman-jadi-sarang-wariaPemangkasan pohon dilakukan di Taman Bekapai, Jalan Jenderal Sudirman, kemarin (12/6) pagi. Pohon yang terlalu lebat dianggap menjadi pemicu lokasi strategis bagi sarang wanita-pria (waria). Mereka berkumpul di lokasi itu untuk menjajakan seks komersial.

Selain Taman Bekapai, Taman Tiga Generasi Sepinggan, Taman Lalu Lintas Sepinggan, dan Taman di Simpang Dusit juga tak akan luput dari inspeksi mendadak (sidak) jelang Ramadan.

“Bekapai tidak lagi seperti taman yang didiamkan warga. Lebih mirip hutan kota karena saking lebatnya. Makanya banyak pria yang ganteng tapi cantik di sana,” seloroh Wakil Wali Kota Balikpapan Heru Bambang saat sidak di Taman Bekapai, kemarin.

Ia mengaku, akan menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk me-monitoring tiap malam di semua taman kota. Pasalnya, pihak kelurahan mengaku sudah kewalahan mengantisipasi semakin banyaknya jumlah waria yang mangkal di taman kota.

“Saya sudah usulkan pemasangan kamera CCTV di beberapa lokasi taman,” akunya.

Lurah Klandasan Ulu Suliansyah menambahkan, pengawasan sejatinya sudah dilakukan oleh kelurahan dengan membentuk tim yang beranggotakan Babinsa, Polmas, dan enam anggota kelurahan. Namun, seiring berjalan waktu tim tersebut semakin kewalahan. Semakin banyak transaksi seksual dilakukan di Taman Bekapai.
“Pernah kejadian enam anggota tim pengawas tadi menegur pelaku. Tapi mereka justru menyerang balik dengan fisik. Sebetulnya mereka kan laki-laki juga. Akhirnya tekanan terhadap tim tersebut juga bertambah, dan satu persatu mengundurkan diri. Sekarang sisa dua orang saja,” terangnya.
Beruntung lokasi Taman Bekapai berdekatan dengan Polres Balikpapan. Sehingga, tugas dari tim pengawas tadi dipermudah, bukan lagi menegur melainkan melaporkan ke Polres. [] RedFj/KP

2,968 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About Nursiah Nursiah

Nursiah Nursiah
Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa