Laliq Ugaal Dayak Bahau Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Ritual Laliq Ugaal masyarakat Dayak Bahau di Kampung Tering Lama Ulu tidak hanya menjadi ungkapan syukur pascatanam padi, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi warga.

KUTAI BARAT – Pelestarian tradisi Laliq Ugaal masyarakat Dayak Bahau di Kampung Tering Lama Ulu, Kecamatan Tering, diharapkan mampu menjaga identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi melalui wisata budaya. Harapan itu mengemuka dalam Puncak Acara Adat Laliq Ugaal (Tebeeq Rau Hwang Udik) 2026 yang digelar pada Rabu (21/10/2026), dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar).

Ritual tersebut merupakan ungkapan syukur masyarakat setelah menanam padi, sekaligus doa agar ladang terhindar dari hama, tanah tetap subur, dan hasil panen melimpah. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan mempertahankan nilai-nilai adat di tengah perubahan zaman.

Mewakili pemerintah daerah, Staf Ahli Rustam menyampaikan apresiasi kepada panitia, lembaga adat, dan masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan Laliq Ugaal. Ia menegaskan, tradisi tersebut tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

“Pelaksanaan ritual yang sarat akan makna luhur ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga eksistensi nilai-nilai kebudayaan asli di Tana Purai Ngeriman. Tradisi sakral Dayak Bahau ini merupakan bentuk syukur sekaligus permohonan tulus pascatanam padi agar tanah ladang senantiasa subur, terhindar dari hama, dan menghasilkan panen melimpah,” ucapnya membacakan sambutan Bupati, sebagaimana diberitakan Kominfo Kubar, Rabu (21/10/2026).

Dalam sambutan itu, Bupati juga menyoroti pertunjukan tari Hudoq yang mengiringi ritual adat. Tarian tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi yang memuat doa dan harapan agar kampung beserta masyarakatnya terhindar dari marabahaya. Pemkab Kubar menyatakan dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri daerah.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal. Nilai kebersamaan dan gotong royong dalam Laliq Ugaal adalah modal sosial besar untuk mendukung roda pembangunan daerah agar berjalan harmonis,” lanjutnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kubar, FX Sumardi, menilai Laliq Ugaal berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Menurutnya, perencanaan yang matang, termasuk pengaturan logistik dan akomodasi sejak awal, diperlukan agar penyelenggaraan kegiatan berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Sumardi juga mengapresiasi dukungan sponsor, donatur, perusahaan, dan sektor perbankan terhadap kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama acara berlangsung.

Sementara itu, Camat Tering Yosef Ngau mengapresiasi peran kepala adat, pemangku adat, petinggi kampung, serta Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dalam mempertahankan tradisi. Ia mengajak seluruh pihak terus memperkuat persatuan dan kerja sama agar pelaksanaan Laliq Ugaal dapat berlanjut dari generasi ke generasi.

Pemkab Kubar berharap pelestarian Laliq Ugaal tidak berhenti pada penyelenggaraan ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai adat kepada generasi muda. Dengan pengelolaan yang tepat, tradisi ini diharapkan tetap terjaga sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari pengembangan wisata budaya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *