DPMPTSP Kutim menyebut pengalaman dan kesiapan peralatan sebagai alasan memilih EO Samarinda untuk Kutim Expo 2026, sembari menjanjikan pelibatan penyedia lokal dan peningkatan akses peliputan wartawan pada penyelenggaraan berikutnya.
KUTAI TIMUR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkap alasan pemilihan penyelenggara acara atau event organizer (EO) asal Samarinda untuk menangani Kutim Expo 2026. Pengalaman mengelola kegiatan berskala besar dan kesiapan peralatan teknis menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan penyedia jasa tersebut.
Sekretaris DPMPTSP Kutim Akhmad Tarmiji mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim tetap memberikan kesempatan kepada penyedia jasa lokal untuk terlibat dalam penyelenggaraan pameran tahunan tersebut. Namun, berdasarkan penilaian yang dilakukan, EO asal Samarinda dinilai lebih memenuhi kualifikasi dan kebutuhan teknis kegiatan.
“EO lokal itu sebenarnya kita buka semua. Namun, yang akhirnya memenuhi kualifikasi dan kriteria teknis adalah EO dari Samarinda, karena mereka dinilai sudah sangat berpengalaman dalam menangani kegiatan berskala besar seperti ini,” ujar Akhmad usai menghadiri Malam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).
Akhmad, yang mewakili Kepala Dinas (Kadis) PMPTSP Kutim Novian Prananta, menjelaskan bahwa kelengkapan sarana pendukung menjadi salah satu persyaratan penting dalam menentukan pelaksana kegiatan.
Menurutnya, persyaratan yang ditetapkan tidak terlalu rumit. Penilaian lebih menitikberatkan pada kemampuan penyedia jasa dalam menyediakan peralatan yang memadai untuk menunjang seluruh rangkaian pameran.
“Syarat utamanya adalah mereka memiliki peralatan sendiri yang memadai untuk mendukung seluruh rangkaian acara,” jelasnya.
Meski penyelenggaraan Kutim Expo 2026 dipercayakan kepada EO dari luar daerah, Akhmad memastikan keterlibatan pelaku usaha lokal tetap mendapat perhatian.
EO asal Samarinda tersebut disebut menjalin kerja sama dengan penyedia jasa setempat, terutama untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan dan mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kerja sama itu diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat kemampuan penyedia jasa di Kutim dalam menangani kegiatan berskala besar pada masa mendatang.
Selain menjelaskan pemilihan penyelenggara, DPMPTSP Kutim berencana memperbaiki koordinasi dengan insan pers dalam pelaksanaan kegiatan pameran berikutnya.
Akhmad menyampaikan bahwa komunikasi antara instansi penyelenggara, EO, dan wartawan perlu dibangun sejak tahap persiapan agar pelaksanaan tugas masing-masing pihak berjalan lebih terkoordinasi.
“Untuk ke depan, kami akan memperkuat koordinasi antara wartawan dan pihak DPMPTSP. Nanti kita akan duduk bareng bersama pihak EO juga agar saling mengenal dan alur kerja di lapangan semakin mulus,” tuturnya.
Sebagai bagian dari rencana perbaikan pelayanan informasi, DPMPTSP Kutim juga akan menyiapkan kartu pengenal atau identification card (ID card) khusus bagi wartawan yang meliput kegiatan pameran pada 2027.
Penyediaan kartu tersebut dimaksudkan untuk mempermudah identifikasi petugas peliputan sekaligus mendukung mobilitas wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik di kawasan pameran.
“Tahun depan kita akan siapkan kartu pengenal khusus. Tujuannya jelas, agar teman-teman wartawan bisa lebih leluasa dan bebas bergerak saat meliput seluruh aktivitas di area pameran,” pungkas Akhmad.
Melalui peningkatan koordinasi dan pelibatan penyedia jasa lokal, DPMPTSP Kutim berharap penyelenggaraan pameran berikutnya dapat berlangsung lebih efektif, memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha daerah, serta mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan