HUT ke-8, PT MGRM Didorong Perluas Bisnis untuk Tingkatkan PAD Kukar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong PT MGRM mengembangkan usaha di luar PI Blok Mahakam, termasuk pembangunan SPBN Anggana yang ditargetkan beroperasi pada Januari 2027 untuk mendukung kebutuhan nelayan dan meningkatkan PAD.

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Perseroda mengembangkan usaha di luar pengelolaan hak partisipasi (participating interest/PI) Blok Mahakam untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang ditempuh perusahaan adalah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Anggana yang ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027.

Dorongan tersebut disampaikan Aulia saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 PT MGRM di Kantor Graha MGRM, Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Aulia mengatakan, PT MGRM merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini memberikan kontribusi terhadap PAD Kukar melalui pengelolaan PI Blok Mahakam.

“Di ulang tahun yang ke-8 ini, kita berharap MGRM bisa menjadi perusahaan daerah yang memberikan kontribusi lebih besar lagi terhadap PAD Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Menurutnya, pengembangan lini usaha baru diperlukan agar sumber pendapatan perusahaan tidak hanya bergantung pada pengelolaan PI Blok Mahakam. Diversifikasi usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus membuka peluang peningkatan penerimaan daerah dari sektor bisnis lainnya.

Salah satu langkah pengembangan usaha yang tengah dilakukan PT MGRM adalah pembangunan SPBN di Anggana untuk mendukung penyediaan bahan bakar bagi nelayan.

Direktur Utama (Dirut) PT MGRM Efri Novianto menjelaskan, proses perizinan pembangunan SPBN telah diselesaikan melalui Pertamina Patra Niaga. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap pembangunan fisik.

“Proses perizinannya sudah selesai di Pertamina Patra Niaga. Sekarang proses pembangunan fisik. Lahan sudah siap, dan pemesanan dua unit tangki berkapasitas masing-masing 15 kiloliter sedang dalam pengiriman,” ujar Efri.

Ia mengungkapkan, progres pembangunan SPBN Anggana saat ini diperkirakan mencapai 10–20 persen. Perusahaan menargetkan seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan pada akhir 2026. Apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut diharapkan mulai melayani kebutuhan bahan bakar nelayan pada Januari 2027.

Efri menjelaskan, pengembangan SPBN membutuhkan proses perizinan melalui sejumlah tahapan administrasi dan teknis. Tahapan tersebut meliputi pendataan nelayan, pengurusan pas kecil melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pendataan di tingkat provinsi.

Selanjutnya, diperlukan penerbitan rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelum perusahaan memenuhi persyaratan dari Pertamina Patra Niaga, termasuk dokumen lingkungan dan persetujuan pembangunan.

Menurut Efri, panjangnya proses administrasi menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian agar pembangunan fasilitas penunjang kegiatan nelayan dapat berlangsung lebih cepat. Ia berharap adanya kebijakan percepatan perizinan, terutama untuk mendukung pengembangan fasilitas bagi masyarakat pesisir, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih.

Pembangunan SPBN Anggana diharapkan tidak hanya menjadi sumber usaha baru bagi PT MGRM, tetapi juga memperluas akses nelayan terhadap fasilitas penyediaan bahan bakar.

Melalui diversifikasi usaha tersebut, PT MGRM diharapkan mampu memperkuat kinerja bisnis, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Kukar pada tahun-tahun mendatang. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *