Panen padi dengan metode Tabela Dar di Desa Semayang diperkirakan berlangsung mulai November hingga akhir 2026, sementara Pemkab Kukar menyiapkan panen raya dan Distanak masih menghitung potensi produksinya.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan panen raya padi di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, pada awal November 2026. Panen padi yang dibudidayakan menggunakan metode tanam benih langsung di air (Tabela Dar) tersebut diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan Desember, bahkan berpotensi berlanjut sampai akhir tahun karena waktu tanam petani tidak serentak.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, menjelaskan bahwa pola tanam padi di kawasan Danau Semayang sangat bergantung pada kondisi ketinggian air. Petani mulai menebar benih ketika permukaan air danau surut dan lahan dinilai memungkinkan untuk ditanami.

“Pola tanam di sana memang sporadis atau tidak direncanakan secara serentak. Ketika kondisi danau mulai mengering dan mereka melihat peluang untuk menanam, mereka mulai menanam. Setelah itu, tetangganya menyusul,” ujar Rifani di Tenggarong, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rifani, perbedaan waktu tanam tersebut menyebabkan masa panen berlangsung secara bertahap. Selain di Semayang, panen padi di wilayah Melintang diperkirakan dimulai pada awal Desember 2026. Kegiatan pertanian serupa juga berlangsung di Desa Pela dan kawasan Jantur, tepatnya di sekitar anak Danau Jempang.
Untuk mendukung kegiatan pertanian tersebut, Distanak Kukar telah menyalurkan bantuan benih padi masing-masing sekitar 1,5 ton kepada petani di Semayang dan Pela. Bantuan itu diberikan sebagai stimulus untuk mendorong pengembangan pertanian menggunakan metode Tabela Dar.
Setiap alokasi bantuan benih tersebut diperkirakan dapat mendukung penanaman pada lahan seluas 10 hingga 15 hektare. Meski demikian, luas keseluruhan lahan yang ditanami masyarakat masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Rifani mengungkapkan bahwa varietas padi yang dibudidayakan petani cukup beragam. Benih bantuan pemerintah menggunakan varietas yang telah ditentukan, sedangkan petani yang menanam secara mandiri memilih benih berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan, termasuk membeli dari sesama petani.
Mengenai potensi produksi, Distanak Kukar belum dapat memastikan produktivitas padi di kawasan tersebut karena sebagian tanaman belum memasuki masa panen.
Penghitungan hasil panen nantinya dilakukan melalui metode ubinan, yakni pengambilan sampel hasil panen pada petak lahan dengan ukuran tertentu untuk memperkirakan produktivitas per hektare.
Selain produktivitas, pengaruh musim kemarau terhadap hasil panen juga masih dalam pemantauan. Tanaman yang ditanam sebelum Juli 2026 diperkirakan menghadapi risiko penurunan produksi, sedangkan tanaman yang ditanam setelah periode tersebut dinilai memiliki kondisi pertumbuhan relatif normal.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan koordinasi untuk menyelenggarakan panen raya di Desa Semayang dalam waktu sekitar dua pekan mendatang.
Pemkab Kukar juga masih mengumpulkan data mengenai luas areal persawahan yang siap dipanen agar pelaksanaan kegiatan dapat direncanakan secara optimal.
“Kami ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang dan menyaksikan kegiatan panen raya padi yang sempat viral,” kata Aulia.
Perkembangan tanaman padi di kawasan Danau Semayang sebelumnya menarik perhatian masyarakat setelah keberhasilan pertumbuhannya sempat diragukan sejumlah warganet di media sosial.
Fenomena surutnya air danau saat musim kemarau membuka peluang pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah perikanan di Kukar.
Melalui pengembangan metode Tabela Dar, kegiatan pertanian di Semayang diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan musiman sekaligus mendukung ketahanan pangan dan menambah sumber penghidupan masyarakat setempat. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan