Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kutim Dorong Generasi Emas 2045

Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 dimanfaatkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk menyerukan peningkatan prestasi, inovasi, dan kesiapan generasi muda menghadapi estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.

KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengajak generasi muda mempersiapkan diri mengambil peran kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya peningkatan prestasi, keberanian menghadapi tantangan, dan pengembangan inovasi agar pemuda mampu menjadi penggerak pembangunan daerah maupun nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Ardiansyah seusai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Kutim di Kantor Bupati Kutim, Rabu (28/10/2026). Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah pembangunan bangsa ketika Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045.

“Siapkan diri untuk estafet, bahwa pemuda nanti 2045 itu sesuatu yang menjadi keniscayaan sebagai Indonesia Emas,” ujar Ardiansyah usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Kutai Timur tahun 2026, di Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (28/10/2026).

Ardiansyah menilai persiapan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan semangat generasi muda. Diperlukan peningkatan kemampuan, penguasaan keterampilan, pencapaian prestasi, serta keberanian menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai tantangan akan terus muncul seiring perkembangan zaman dan dinamika pembangunan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki mental tangguh serta sikap kesatria dalam menghadapi setiap persoalan.

“Prestasi-prestasi siapkan. Kemudian tantangan itu sudah pasti ada. Tapi yang paling penting adalah sikap kesatria untuk menghadapi tantangan itu,” katanya.

Selain menekankan pembentukan karakter dan peningkatan prestasi, Ardiansyah mendorong pemuda Kutim berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA).

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu menciptakan terobosan yang mendorong peningkatan kualitas manusia dan pengelolaan potensi daerah.

“Buat dan ciptakan inovasi-inovasi yang cukup mendasar dalam rangka untuk pengembangan sumber daya manusia dan juga pengembangan sumber daya alam,” tegasnya.

Ardiansyah juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan di Kutim, termasuk partisipasi pelajar sekolah menengah atas (SMA). Menurutnya, keaktifan tersebut menunjukkan potensi pemuda untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan.

Salah satu bentuk keterlibatan yang mendapat perhatiannya adalah kontribusi pemuda dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim. Partisipasi tersebut dinilai menjadi gambaran kemampuan generasi muda dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan daerah.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ardiansyah berharap generasi muda Kutim terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi, dan membangun keberanian menghadapi tantangan. Dengan persiapan yang berkelanjutan, pemuda diharapkan mampu melanjutkan kepemimpinan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. [] (ADV)

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *