Panen dua hektare padi varietas Inpari 32 di Desa Binusan menggunakan mesin combine harvester sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi petani dan penyuluh teladan.
NUNUKAN – Penggunaan mesin pemanen modern menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Nunukan. Kelompok Tani Mattirowali memanen dua hektare sawah di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Rabu (28/10/2026), sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Panen tersebut berasal dari hamparan padi varietas Inpari 32 seluas 13 hektare di kawasan Sei Apuk, Desa Binusan. Pemanenan dilakukan menggunakan mesin combine harvester untuk mendukung proses panen yang lebih efisien. Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hermanus turut mengoperasikan mesin tersebut bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Utara (BRMP Kaltara).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara petani dan penyuluh melalui Farmer Field Day atau Hari Temu Lapang. Dalam kesempatan yang sama, penghargaan diberikan kepada petani teladan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) teladan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam pengembangan pertanian.
Hermanus menyampaikan penghargaan kepada petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung ketahanan pangan. Menurut dia, keberlanjutan sektor pertanian membutuhkan dukungan bersama agar produksi pangan dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus mendukung pengembangan sektor pertanian, tanpa ada usaha pertanian maka masyarakat kita akan makan darimana? Ingat sebutir padi yang dihasilkan dari tangan petani – petani kita, bisa membuat kita terus bernapas,” ujar Hermanus.
Panen bersama tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, perwakilan lembaga pertanian dan perbankan pangan, PT Pupuk Indonesia, unsur TNI dan kepolisian, organisasi petani, pemerintah desa, serta jajaran penyuluh pertanian. Hadir pula perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, pengelola pupuk bersubsidi, gabungan kelompok tani, dan Brigade Pangan Maju Bersama.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari pendampingan petani, dukungan sarana produksi, hingga penguatan kelembagaan pertanian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan diharapkan dapat terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian, meningkatkan kapasitas petani, serta menjaga keberlanjutan produksi untuk mendukung kemandirian pangan daerah. Informasi kegiatan ini bersumber dari publikasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan, sebagaimana diberitakan sumber publikasi tersebut, Rabu, (28/10/2026). []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan