Longsor setelah hujan lebat menewaskan seorang ayah dan putrinya di Pronojiwo, sementara banjir menghambat akses menuju lokasi sehingga jalur Probolinggo disiapkan sebagai alternatif.
JAWA TIMUR – Upaya penanganan bencana longsor di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menghadapi kendala akses setelah jalur dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, terendam banjir di sejumlah titik. Bencana yang terjadi setelah hujan lebat pada Jumat malam itu menewaskan seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang berusia 9 tahun akibat rumah mereka tertimbun material longsor.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan mengatakan, longsor terjadi di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Peristiwa tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan itu selama tiga jam, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati tertimpa material longsor,” ujar Berton dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa, (03/11/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), kondisi lereng yang labil di kawasan rawan longsor menyebabkan tanah bergerak dan menimpa sebuah rumah warga di Rukun Tetangga (RT) 22/Rukun Warga (RW) 08. Tidak lama setelah kejadian pertama, longsor susulan kembali terjadi hingga menimbun rumah beserta penghuninya.
“Tak lama kemudian, longsor susulan terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya,” imbuhnya.
Kedua korban merupakan satu keluarga. Warga setempat telah mengevakuasi jenazah ayah dan anak tersebut sebelum keduanya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Penanganan di lokasi dilakukan BPBD Jatim bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Lumajang. Petugas melakukan pengamanan lokasi, kajian cepat, serta memberikan bantuan awal berupa terpal kepada warga terdampak.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp 20.000.000 kepada keluarga korban meninggal dunia,” jelasnya.
Selain santunan, bantuan paket sembako dan material bangunan berupa semen serta bata disalurkan untuk membantu pemulihan pascabencana.
Kendala akses juga menjadi perhatian dalam proses penanganan. Jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di beberapa titik.
“BNPB menginformasikan bahwa jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di beberapa titik,” kata Berton.
Sebagai alternatif, masyarakat dan tim gabungan yang hendak menuju lokasi bencana dapat menggunakan jalur melalui Probolinggo.
BNPB mengingatkan warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama. Masyarakat juga diminta segera menjauh dari area berbahaya dan mencari tempat aman apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Penanganan darurat, kelancaran akses bantuan, dan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa serta mencegah dampak bencana yang lebih luas di wilayah rawan longsor. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan