Ketua DPRD Kukar bersama Kepala Dina PU Kukar melakukan Sidak Taman Musik (Photo/Reza)

Sidak Turap Taman Musik, Ketua DPRD Kukar Minta Segera Diperbaiki

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani meminta kajian teknis menyeluruh terhadap kerusakan turap Taman Musik Tenggarong sepanjang sekitar 50 meter guna memastikan penyebab kerusakan dan menentukan metode perbaikan yang tepat.

KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendesak penanganan segera terhadap kerusakan turap sepanjang sekitar 50 meter di kawasan Taman Musik, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar melakukan kajian teknis menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode perbaikan yang tepat guna menjamin keamanan konstruksi dan keselamatan pengunjung.

Kondisi bagian ujung Taman Musik, Tenggarong (Photo/Reza)

Desakan tersebut disampaikan Ahmad Yani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Kepala Dinas (Kadis) PU Kukar, Wiyono, di kawasan Taman Musik, Selasa (03/11/2026). Peninjauan dilakukan menyusul ditemukannya kerusakan berupa amblesan dan pergeseran konstruksi turap pada bagian ujung taman.

Ahmad Yani mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi awal dengan Dinas PU Kukar, sejauh ini belum ditemukan indikasi pelanggaran teknis dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi. Meski demikian, terdapat dugaan anomali struktur tanah yang memengaruhi kestabilan bangunan.

“Sejauh ini, secara perencanaan maupun pelaksanaan tidak ditemukan adanya pelanggaran teknis. Namun, diduga terdapat anomali pada struktur tanah yang turut memengaruhi kondisi bangunan,” ujarnya.

Selain karakteristik tanah, aktivitas kendaraan yang melintas di sekitar kawasan tersebut, termasuk kendaraan berat, diduga turut memberikan tekanan tambahan terhadap struktur tanah dan konstruksi turap. Namun, faktor-faktor tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan hubungan dengan kerusakan yang terjadi.

Ketua DPRD Kukar itu juga menyoroti munculnya retakan pada bagian konstruksi yang lebih lama. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam kajian menyeluruh guna mengetahui pengaruh karakteristik tanah, beban kendaraan, dan faktor alam terhadap kestabilan struktur bangunan.

Ia meminta Dinas PU Kukar mengevaluasi kelayakan konstruksi yang mengalami kerusakan, termasuk menentukan apakah turap masih dapat dipertahankan melalui perbaikan dan penguatan struktur atau harus dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru.

Kedua alternatif penanganan tersebut, lanjutnya, perlu didasarkan pada hasil perhitungan teknis mengenai kekuatan struktur, tingkat kerusakan, efektivitas metode perbaikan, serta kebutuhan anggaran agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi.

Ahmad Yani juga berharap perusahaan atau kontraktor pelaksana pembangunan menunjukkan iktikad baik untuk membantu proses penanganan kerusakan. Harapan tersebut disampaikan meskipun masa pemeliharaan pekerjaan disebut kemungkinan telah berakhir sekitar enam bulan lalu.

“Yang pasti, kerusakan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika memungkinkan dilaksanakan sekarang, sebaiknya tidak perlu menunggu terlalu lama,” tegasnya.

Taman Musik Tenggarong sebelumnya diresmikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, pada 30 Desember 2025. Pembangunan kawasan yang menelan anggaran sekitar Rp36 miliar tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan fasilitas publik sekaligus penunjang daya tarik pariwisata di Tenggarong.

Kerusakan turap yang ditemukan belum genap setahun setelah peresmian itu menjadi perhatian karena menyangkut ketahanan infrastruktur, keamanan kawasan, serta keberlanjutan pemanfaatan fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran daerah.

Ahmad Yani menegaskan, penanganan kerusakan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar memperbaiki bagian konstruksi yang terlihat mengalami kerusakan. Ia berharap hasil kajian teknis dapat menjadi dasar penentuan langkah perbaikan yang efektif sehingga keamanan bangunan, kenyamanan masyarakat, dan fungsi Taman Musik sebagai salah satu ikon wisata Tenggarong tetap terjaga. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *