Enam kontingen kabupaten dan kota mengikuti pertandingan sepatu roda di Paser pada 3–6 November 2026 sebagai cabor pembuka Porprov VIII Kaltim, sekaligus ajang mengukur hasil pembinaan dan menjaring atlet potensial.
PASER – Cabang olahraga (cabor) sepatu roda menjadi pertandingan perdana yang menandai dimulainya rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser, Selasa (3/11/2026). Sebanyak enam kontingen kabupaten dan kota ambil bagian dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2026 tersebut.
Enam kontingen yang mengikuti pertandingan berasal dari Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan tuan rumah Kabupaten Paser.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Paser, Rusdian Nor, mengatakan pertandingan sepatu roda pada Porprov VIII Kaltim mempertandingkan tiga divisi, yakni speed, inline, dan stateboard.
Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan tersebut bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga menjadi sarana evaluasi terhadap hasil pembinaan atlet sepatu roda di masing-masing daerah.
“kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi dan mempererat persaudaraan antar-atlet, tetapi juga sebagai wadah untuk mengukur kemampuan pembinaan daerah”, Ujar Rusdian Nor, Selasa (03/11/2026).
Rusdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dan Bupati Paser atas dukungan serta penyediaan fasilitas untuk menunjang pelaksanaan pertandingan dan pengembangan prestasi olahraga.
Sementara itu, Ketua Perserosi Kaltim, Antung Ali, menegaskan bahwa Porprov VIII merupakan momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani proses latihan, pembinaan, dan kompetisi di berbagai tingkatan.
Ia berharap pertandingan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang berpotensi mewakili Kaltim dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kejuaraan nasional lainnya.
“Di lintasan ini kita akan menyaksikan calon-calon juara untuk mewakili PON maupun ajang nasional lainnya. Tunjukkan aksi terbaik, inilah panggung terbaik bagi atlet sepatu roda Kaltim. Jadikan pula ajang ini sebagai sarana mempererat persaudaraan atlet se-Kaltim,” ujar Antung Ali, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, KONI Kaltim, dan seluruh pengurus Perserosi se-Kaltim
Dalam kesempatan tersebut, Antung turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, serta jajaran pengurus Perserosi di seluruh kabupaten dan kota yang berperan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga sepatu roda.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Paser melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Inayatullah, menyampaikan bahwa dimulainya pertandingan sepatu roda menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan Porprov VIII Kaltim 2026.
Sebagai cabor pembuka, pertandingan sepatu roda diharapkan mampu menghadirkan semangat kompetisi yang positif sekaligus menjadi contoh penyelenggaraan pertandingan yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Bupati Paser juga mengingatkan seluruh atlet agar mengutamakan kehormatan dan persaudaraan antardaerah, meskipun masing-masing kontingen membawa tanggung jawab untuk meraih prestasi terbaik.
“Membawa nama besar dari kabupaten dan kota di atas punggung saudara memanglah tanggung jawab yang besar. Kemenangan tentu menjadi tujuan kita semua dalam sebuah pertandingan, namun kehormatan dan sportivitas adalah tahta tertinggi yang harus selalu kita jaga,” pesan Bupati Paser melalui Staf Ahli Inayatullah.
Setelah rangkaian seremoni pembukaan, pertandingan langsung dimulai dengan nomor speed 5.000 meter yang mempertemukan atlet dari tiga kontingen, yakni Paser, Kutim, dan Samarinda.
Pertandingan perdana tersebut menjadi awal persaingan para atlet sepatu roda dalam memperebutkan prestasi pada Porprov VIII Kaltim 2026. Selain menjadi ajang kompetisi antardaerah, penyelenggaraan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga sepatu roda sekaligus membuka peluang lahirnya atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional. [] (ADV)
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan