DWP Kaltara mengaktifkan kembali koperasi organisasi dengan memperluas keanggotaan dan membentuk kepengurusan baru sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan anggota.
TANJUNG SELOR – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya memperkuat kemandirian ekonomi anggotanya melalui pengaktifan kembali koperasi organisasi. Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas keanggotaan hingga unsur DWP di berbagai perangkat daerah serta membentuk kepengurusan baru agar koperasi dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Pengaktifan kembali koperasi menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan rutin bulanan DWP Kaltara edisi keenam yang dirangkai dengan seminar dan konsolidasi organisasi di Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (05/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kaltara Sipta Meylina Denny Harianto, jajaran pengurus tingkat provinsi, serta pengurus dan anggota DWP dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Sipta Meylina menjelaskan, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian anggota melalui prinsip kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan. Namun, koperasi DWP sebelumnya sempat menghadapi kendala operasional sehingga perlu dilakukan upaya pengaktifan kembali.
Menurutnya, penguatan koperasi tidak cukup hanya dengan menghidupkan kembali kegiatan usaha, tetapi juga harus disertai perluasan keanggotaan dan tata kelola yang bertanggung jawab.
“Koperasi bukan sekadar tempat bertransaksi, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bagian dari pembenahan kelembagaan, pertemuan tersebut juga mengagendakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Forum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus membentuk struktur pengelola koperasi yang baru.
Sipta Meylina berharap koperasi yang kembali diaktifkan dapat menjadi wadah ekonomi bersama dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota DWP Kaltara.
Selain pemberdayaan ekonomi, DWP Kaltara juga menjalankan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, organisasi tersebut melaksanakan program DWP Mengajar melalui kegiatan mendongeng dan permainan edukatif yang melibatkan sekitar 100 anak didik di Taman Kanak-kanak (TK) Pembina Tanjung Palas.
Sementara itu, pada bidang kesehatan, DWP Kaltara mengadakan pemeriksaan deteksi dini penyakit, termasuk pemeriksaan virus papiloma manusia (HPV) dan inspeksi visual asam asetat (IVA) untuk mendukung pencegahan kanker sejak dini.
Organisasi tersebut juga memfasilitasi subsidi vaksin kanker serviks dengan harga khusus di bawah harga pasaran klinik bagi puluhan anggota yang telah mendaftar.
Sipta Meylina menegaskan, seluruh program organisasi perlu diarahkan pada kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota maupun masyarakat.
“Melalui program yang terarah dan berkelanjutan, kami berharap DWP tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga berperan dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan keluarga, dan kehidupan masyarakat di Bumi Benuanta,” pungkasnya.
Pengaktifan kembali koperasi bersama pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan diharapkan memperluas kontribusi DWP Kaltara dalam pemberdayaan keluarga. Ke depan, keberhasilan program tersebut bergantung pada konsistensi pelaksanaan, keterlibatan anggota, serta pengelolaan organisasi yang transparan dan berkelanjutan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan