Aber Kawas Menang Pemilu Senat New York, Aktivis Keturunan Palestina Cetak Sejarah

Politikus perempuan Muslim keturunan Palestina itu memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York dengan membawa agenda perlindungan imigran, kesejahteraan masyarakat, dan perjuangan Palestina.

NEW YORK – Kemenangan Aber Kawas dalam pemilihan Senat Negara Bagian New York, Amerika Serikat, pada Selasa (04/11/2026), membawa isu hak imigran, kesejahteraan masyarakat, dan perjuangan Palestina ke panggung politik negara bagian tersebut. Politikus perempuan Muslim keturunan Palestina dari Partai Demokrat itu berhasil merebut satu kursi senat setelah sebelumnya memenangkan pemilihan pendahuluan partainya pada Juni 2026.

Kemenangan Kawas menjadi perhatian karena latar belakangnya sebagai aktivis yang selama lebih dari 15 tahun memperjuangkan hak-hak buruh, komunitas imigran, dan isu Palestina. Sebelum terjun dalam pemilihan jabatan publik, ia aktif mengorganisasi masyarakat dan terlibat dalam berbagai gerakan sosial.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (04/11/2026), Kawas merupakan anggota organisasi Democratic Socialists of America (DSA). Dukungan terhadap pencalonannya datang dari sejumlah tokoh politik, antara lain Zohran Mamdani, Senator Bernie Sanders, dan anggota Kongres Rashida Tlaib.

Lahir dan dibesarkan di Brooklyn, Kawas merupakan putri imigran Palestina yang tiba di Amerika Serikat pada 1990-an. Pengalaman masa kecilnya turut membentuk pandangan politik, terutama terkait diskriminasi dan perlindungan kelompok imigran.

Ia pernah menceritakan bahwa serangan 11 September 2001 mengubah rasa aman yang dirasakannya saat masih anak-anak. Setelah peristiwa tersebut, keluarga Muslim di lingkungan tempat tinggalnya menghadapi ketakutan terhadap pengawasan dan deportasi.

Pengalaman keluarganya semakin berat ketika sang ayah dideportasi ke Yordania saat Kawas masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Peristiwa itu turut memengaruhi kondisi keuangan keluarganya.

Keterlibatan Kawas dalam politik juga terlihat melalui perjuangannya menentang pendanaan bagi pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Pada 2023, ia bergabung dengan kelompok aktivis yang mendorong penggunaan kebijakan pemerintah daerah untuk menghentikan dukungan pendanaan terhadap kelompok-kelompok yang terkait dengan permukiman ilegal.

Kelompok tersebut mendukung rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan Senator Negara Bagian New York Jabari Brisport. RUU itu bertujuan menghentikan lembaga amal di New York agar tidak menyalurkan dana kepada kelompok yang memiliki keterkaitan dengan permukiman ilegal. Zohran Mamdani, yang saat itu menjadi anggota majelis negara bagian, turut membantu penyusunan rancangan tersebut. Namun, usulan itu tidak berhasil disahkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah legislator.

Dalam kampanyenya, Kawas mengusung slogan “Danai martabat, lawan kehancuran.” Ia juga menjanjikan sejumlah agenda domestik, mulai dari layanan kesehatan universal, transportasi umum yang cepat dan andal, hingga penyediaan perumahan terjangkau.

Selain itu, Kawas mendukung aksi penanganan perubahan iklim dan menentang pendanaan perang. Ia berkomitmen memperjuangkan New York For All Act, rancangan aturan yang akan membatasi kerja sama lembaga pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah dengan badan penegak hukum imigrasi federal.

Aktivisme Kawas juga membawanya berhadapan dengan aparat penegak hukum. Pada 2026, ia ditangkap ketika mengikuti aksi protes menentang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia kemudian dibebaskan.

Kawas juga mengkritik kesepakatan senilai 750.000 dolar Amerika Serikat antara Departemen Kepolisian New York (New York Police Department/NYPD) dan perusahaan pengawasan Cognyte. Kesepakatan tersebut akhirnya dibatalkan pada pekan sebelumnya setelah mendapat keberatan dari sejumlah kelompok pembela hak sipil.

Kemenangan Kawas berlangsung di tengah meningkatnya pengaruh kandidat yang didukung DSA dalam politik New York. Perkembangan itu sebelumnya terlihat melalui kemenangan Mamdani dalam pemilihan wali kota. Dengan latar belakang aktivisme dan agenda politik yang dibawanya, Kawas kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan tuntutan gerakan sosial menjadi kebijakan nyata di lembaga legislatif negara bagian. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *