Cegah Salah Kelola Uang, OJK dan Pemkab Melawi Edukasi Generasi Muda

Pemkab Melawi dan OJK Kalbar membekali sekitar 100 pelajar dengan pemahaman pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, serta kemampuan mengenali risiko transaksi keuangan digital.

MELAWI – Kemampuan mengelola keuangan sejak usia sekolah dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan transaksi digital dan menghindari keputusan finansial yang merugikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung, memahami risiko layanan keuangan, serta membedakan kebutuhan dan keinginan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi dan inklusi keuangan bertema “Ayo Menabung: Cerdas Finansial Sejak Dini, Tumbuh Berkah, Masa Depan Cerah” di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelajar dan generasi muda.

Peserta berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah, SMP Insan Kamil, santri Pondok Pesantren Bustanul Qur’an, serta pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Melawi. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan, literasi keuangan tidak cukup hanya mengenalkan uang atau produk jasa keuangan. Generasi muda juga perlu memahami cara menyusun perencanaan keuangan, mengatur pengeluaran, menyisihkan uang untuk tabungan, mengenali risiko, serta mempertimbangkan setiap keputusan finansial.

“Edukasi keuangan perlu diberikan sejak dini. Para pelajar dan generasi muda harus dibiasakan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang saku untuk ditabung, menetapkan tujuan keuangan, serta menggunakan layanan keuangan secara bijaksana. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan di masa depan,” ungkapnya.

Dadi mengapresiasi dukungan OJK Kalbar, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan pemahaman keuangan membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diberikan perlu diterapkan secara berkelanjutan melalui pembiasaan menabung dan penyebarluasan pemahaman keuangan di lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala OJK Provinsi Kalbar, Rofi Filantrofi Permana, menilai perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko, seperti meningkatnya perilaku konsumtif dan munculnya penawaran keuangan yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, kecakapan finansial atau financial literacy diperlukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memahami manfaat, risiko, dan konsekuensi dari setiap keputusan keuangan.

Rofi menyampaikan tiga pesan kepada peserta, yakni membiasakan menabung dan menetapkan tujuan keuangan, menggunakan uang secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.

OJK, lanjutnya, berkomitmen memperluas program literasi dan inklusi keuangan agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan warga di wilayah pedesaan.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga keuangan, sekolah, dan keluarga, generasi muda Melawi diharapkan memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola keuangan sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko kejahatan finansial. Pembiasaan sejak usia sekolah diharapkan membentuk generasi yang disiplin, mandiri, dan mampu merencanakan masa depan secara bertanggung jawab. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *