Generasi Muda Kalteng Diajak Jadi Penggerak Produk Indonesia

Pemprov Kalteng mengajak mahasiswa dan pelajar memanfaatkan teknologi digital serta pilihan belanja sehari-hari untuk mendukung UMKM dan memperkuat daya saing produk Indonesia.

PALANGKA RAYA – Pilihan generasi muda saat berbelanja dinilai dapat ikut menentukan masa depan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kemandirian ekonomi Indonesia. Karena itu, anak muda di Kalimantan Tengah (Kalteng) didorong tidak hanya menjadi konsumen produk lokal, tetapi juga ikut mempromosikannya melalui teknologi digital.

Dorongan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalteng, Anang Dirjo, saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng dalam Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng, Jumat (06/11/2026).

Dalam sambutan tersebut, Anang menekankan bahwa keputusan sederhana seperti memilih dan membeli produk dalam negeri dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian. Transaksi masyarakat dinilai turut menjaga keberlangsungan UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok nasional.

“Melalui satu klik di ponsel pintar, kita memiliki kekuatan besar untuk menentukan arah ekonomi bangsa. Ketika kita memilih, membeli, dan menggunakan produk lokal buatan anak bangsa, saat itulah kita sedang berinvestasi pada masa depan Indonesia,” tutur Anang Dirjo.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperkuat pasar produk lokal karena lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk Indonesia melalui media sosial maupun berbagai perangkat digital.

“Kemandirian ekonomi bangsa tidak akan tercapai jika kita hanya menjadi penonton di pasar negara sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Memilih produk Indonesia bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bentuk nasionalisme baru di era modern,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng juga mengajak anak muda mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem ekonomi nasional. Dukungan terhadap produk lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membeli, tetapi berlanjut pada upaya mengenalkan dan memperluas jangkauan pemasaran agar produk dalam negeri semakin dikenal serta mampu bersaing.

Sosialisasi BBI 2026 mengusung tema “Generasi Muda Berdaya, Bangga Produk Indonesia: Satu Klik untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa”. Pesertanya terdiri atas mahasiswa dan pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kota Palangka Raya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat diterapkan untuk mendukung gerakan BBI sekaligus membangun pola pikir produktif, kreatif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi.

Sebagaimana diberitakan Multimedia Center Kalteng, Jumat, (06/11/2026), kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng Norhani, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari, serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng Primandanu Febryan Aziz.

Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menggunakan produk dalam negeri sekaligus membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan dukungan konsumen dan promosi digital, produk Indonesia diharapkan semakin berdaya saing dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi nasional. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *