Perdagangan RI-Uni Eropa Tembus 28,9 Miliar Euro, CEPA Jadi Harapan

Dengan nilai perdagangan barang mencapai 28,9 miliar euro pada 2025, Indonesia dan Uni Eropa berupaya memperluas akses pasar, investasi, serta kerja sama energi bersih melalui IEU-CEPA dan kemitraan strategis.

JAKARTA – Perdagangan barang Indonesia dan Uni Eropa yang mencapai 28,9 miliar euro pada 2025 menjadi salah satu modal penting untuk memperluas kerja sama ekonomi kedua pihak. Peluang tersebut diharapkan semakin terbuka melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dan penguatan kemitraan strategis.

Harapan itu disampaikan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphin, setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 November 2026. Ia menilai kedua kerangka kerja sama tersebut dapat membawa hubungan Indonesia dan Uni Eropa ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam unggahan di media sosial X, Delphin menyampaikan optimisme terhadap manfaat kemitraan bagi masyarakat dan pelaku usaha kedua pihak.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Yang Mulia Presiden Prabowo hari ini. Hubungan Uni Eropa dan Indonesia akan mencapai tingkat yang lebih tinggi melalui CEPA dan Kemitraan Strategis Komprehensif, yang menghadirkan kemakmuran bersama bagi masyarakat dan dunia usaha serta stabilitas bagi dunia,” tulis Delphin.

Ia menutup unggahannya dalam Bahasa Indonesia, “Lebih kuat bersama.”

Penyerahan surat kepercayaan tersebut merupakan bagian dari upacara penerimaan 11 duta besar negara sahabat oleh Prabowo. Momentum diplomatik itu berlangsung ketika Indonesia dan Uni Eropa tengah mendorong kelanjutan kerja sama ekonomi yang telah dirundingkan selama bertahun-tahun, sebagaimana diberitakan MetroTV, Sabtu, (07/11/2026).

Perundingan IEU-CEPA diselesaikan pada 23 September 2025 setelah dimulai pada 2016. Perjanjian tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Tahapan menuju pemberlakuan perjanjian berlanjut pada Juni 2026, ketika Komisi Eropa mengajukan proposal kepada Dewan Uni Eropa untuk menyimpulkan perjanjian tersebut. Pemerintah Indonesia juga membahas proses ratifikasi dan percepatan implementasi bersama perwakilan Uni Eropa pada Agustus 2026.

Besarnya potensi kerja sama tercermin dari nilai perdagangan barang kedua pihak yang mencapai 28,9 miliar euro pada 2025. Uni Eropa tercatat sebagai mitra dagang terbesar keempat Indonesia, dengan kontribusi sekitar 6 persen terhadap total perdagangan nasional.

Selain memperluas perdagangan dan investasi, IEU-CEPA berpotensi mendukung diversifikasi rantai pasok serta memperkuat ketahanan ekonomi. Kerja sama kedua pihak juga mencakup transisi energi, konektivitas, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, tata kelola, dan keamanan.

Dalam bidang energi, Indonesia dan Uni Eropa terlibat dalam Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) untuk mendukung peralihan menuju penggunaan energi bersih.

Dengan nilai perdagangan yang telah mencapai puluhan miliar euro dan agenda kerja sama yang semakin luas, hubungan Indonesia-Uni Eropa berpeluang memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian kedua pihak. Namun, realisasi peluang tersebut akan bergantung pada penyelesaian tahapan perjanjian dan pelaksanaan komitmen yang telah disepakati. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *