Senin , Agustus 19 2019
Breaking News
Home / Kalimantan Barat / Agar Sempatung Tak Terisolasi

Agar Sempatung Tak Terisolasi

 

jalan di kalbarNGABANG  – Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) selama ini dikenal daerah paling terpencil. Jarak tempuh dari ibu kota kabupaten saja bisa memakan perjalanan 13 jam. Pemerintah sejak 2013 sudah membuka lajur jalan yang diharapkan membuka askes daerah terisolir itu.

“Targetkan kami setiap tahun dapat dianggarkan untk membuka bodi jalan. Tahun 2013 dananya bantuan keuangan  dari provinsi Kalbar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Landak, Erani di Ngabang, Kamis (26/06/2014).

Menurut Erani, tujuan membuka bodi jalan dengan standar delapan lebar 8 meter itu, untuk  akses daerah terisolir dan menghubungkan transportasi antara kabupaten Landak dengan kabupaten lain.

“Karena bukan hanya untuk warga Desa Sempatung yang nantinya akan terbuka askes jalan. Tapi kita bangun jalan tembus dari Landak ke Kabupaten Bengkayang dan Landak ke Sanggau,” ungkap Erani.

Khusus desa Sempatung, selama ini masyarakat di daerah itu sangat terpencil. Karena hanya dengan jalan tikus bisa menembus dengan jarak tempuh dengan menggunakan sepeda motor dan jalan kaki sekitar 13 jam.

“Jadi, nanti akan gampang untuk keluar masuk di daerah itu. Selama ini masyarakat di Sempatung aktivitas ekonomi dekat dengan Bengkayang dan Entikong Sanggau,” kata Erani.

Kepala Bidang Bina Marga Sabirin menambahkan, dirinya saat survei jalan di Desa Sempatung memang benar-benar terisolir. Perjalanan membutuhkan waktu 13 jam dari Ngabang.

“Kami tim lima hari menginap di kampung Sempatung. Memang jauh. Tapi masyarakat di sana cukup baik menyambut kami. Tanah di sana memang subur, masyarakat banyak tanam sahang, dijual di perbatasan Malaysia,” ujar Sabirin. [] Ant

1,409 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa